LELAKI UNTUK PUTRI

Putri merasa gelisah, pikirannya tak menentu untuk menghadapi hari esok. Matanya yang sudah teramat ngantuk tak sabar ingin mengajaknya ...

Putri merasa gelisah, pikirannya tak menentu untuk menghadapi hari esok. Matanya yang sudah teramat ngantuk tak sabar ingin mengajaknya tidur tapi raga dan pikirannya masih melanglang buana. "Oala...kenapa hati ini jadi gak keruan yah!"seru Putri. Tubuhnya dibalik-balikan ke kanan dan ke kiri. Putri memaksakan dirinya untuk terpejam dan tidur nyenyak agar besok dirinya terlihat fresh. Yap,besok dia tak ingin tampil mengecewakan. "Kira-kira siapa yah laki-laki itu?"pikirnya lagi penuh tanda tanya."Kamu sudah siap, Put?"tanya Ida, sahabat Putri memastikan diri Putri. Putri hanya mengangguk dan menarik nafas panjang. "Tenang aja, Put. Insya Allah orangnya baik kok."kata Ida sambil mengusap bahu Putri untuk menenangkan.Putri tersenyum menanggapinya. Putri sudah merasa hopless dengan pernikahan, usianya yang sudah 35 tahun belum juga menemukan jodoh. Sedangkan Ida, yang seusia dengannya sudah memiliki tiga anak. Ida yang berbaik hati ingin mengenalkan seorang lelaki kepada Putri. "Mudah-mudahan ini jodoh kamu, Put."harap Ida. "Aku tidak mau dong melihat sahabatku menjomblo terus....."canda Ida lagi, Putri cemberut sambil menjawil lengan Ida. "Huh, bisa aja kamu!"cetus Putri."Anding...."ucap suara lelaki itu tegas. "Putri..."sahut Putri membalas ucapan lelaki itu. Oh, ternyata lelaki itu bernama Anding. Putri belum berani melihat wajah lelaki itu, dari tadi wajahnya tertunduk, malu. "Ayo, Ding...Kamu bisa menceritakan pada Putri tentang keinginan kamu." kata Ida membuka percakapan. "Hmm...Iya. Saya berniat ingin mengenal Putri lebih dekat."Anding mulai membuka suara. "Tapi..."kata Putri, "Apakah Anding mau menerima saya dengan kondisi seperti ini?"tanya Putri ragu. "Ya, dari awal saya sudah mengetahuinya dari mbak Ida tentang kondisi Putri dan itu bukan masalah bagi saya"jawab Anding mantap. "Kalau boleh, bulan depan saya akan membawa orang tua saya untuk datang menemui orang tua Putri untuk meminang."ucap Anding, Putri kaget secepat itukah Anding akan meminangnya. "Silakan saja, nanti akan saya beritahu orang tua saya."kata Putri sambil mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk dan melihat rupa dari Anding. "Subhanallah....Wajah Anding begitu tampan."pekik Putri dalam hati. Putri jadi berkecil hati dengan dirinya yang sangat bergantung dengan kursi roda karena kakinya tak mampu lagi menumpu tubuhnya sedangkan Anding memiliki fisik yang tegap, atletis, dan wajah yang tampan. Putri menjadi ragu apakah Anding benar-benar akan meminangnya dan menjadikan dia sebagai istri?

Lima tahun sudah setelah perjodohan antara aku dan Anding, kami dikaruniai dua orang anak. Anding tidak berubah, dia tetap seperti Anding waktu pertama kali bertemu. Anding pun seorang suami dan ayah yang baik. Tak sungkan pula Anding mengambil alih tugasku sebagai ibu rumah tangga dan sekarang aku pun tidak bergantung lagi dengan sebuah kursi roda karena Anding memberiku sebuah kaki palsu dan aku pun bisa berjalan layaknya orang lain. Aku sangat bersyukur diberikan jodoh seperti Anding. Tak sia-sia Ida menjodohkan aku dengan Anding karena bagiku Anding adalah lelaki terbaik yang diberikan Allah untukku lewat perantara sahabatku, Ida. Hmm...Ternyata perjodohan tidak selalu selamanya berakhir dengan kesedihan.

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images