Kaleidoskop 2013, Resolusi 2014

Dalam hitungan hari, lembaran tahun 2013 akan berganti dengan tahun 2014. Bukan perayaan saat malam pergantian tahun yang dinantikan. Dengan...

Dalam hitungan hari, lembaran tahun 2013 akan berganti dengan tahun 2014. Bukan perayaan saat malam pergantian tahun yang dinantikan. Dengan berfoya-foya, bukan itu memaknai pergantian tahun. Buat saya perenungan, apa yang sudah saya lakukan di tahun 2013, apakah bermanfaat?Setidaknya ada sedikit yang mengubah hidup saya, entah sikap atau apa yang sudah saya capai dari resolusi yang saya buat di tahun 2012. Salah satu resolusi saya di tahun 2012 adalah, saya ingin tulisan saya tembus ke media. Alhamdulillah hal itu tercapai, meskipun hanya satu kali.
Titik awal memulai perjalanan, untuk menjalankan apa yang sudah direncanakan di akhir tahun 2012, adalah di awal bulan Januari 2013. Hidup saya di tahun 2013, dibuka dengan sebuah penerbitan buku antologi fabel anak bersama teman sesama penulis. Alhamdulillah, itu merupakan buku antologi kelima yang saya ikuti. Berbarengan dengan itu, di bulan yng sama, saya memulai lagi usaha makanan (pempek) di halaman rumah. Kesibukan yang bertambah, dari inginnya tulisan saya masuk ke media dan juga dengan menjalankan usaha makanan.
Saya bersyukur, karena sudah diberikan kelebihan untuk bisa menjadikan huruf-huruf menjadi sebuah artikel atau crerita fiksi. Tapi saya lebih menyukai menyebut ini sebagai kerja keras, meski kelebihan atau bakat itu juga sedikit berperan. Di bulan Pebruari 2013, saya mulai menulis beberapa cerpen dan artikel. Awalnya saya berpikir, tembus ke media merupakan hal yang mustahil bagi saya. Tapi kemudian saya berubah pikiran, kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak. Yang dibutuhkan hanyalah kerja keras dan sungguh-sungguh. Di bulan ini, saya memulai kesungguhan saya itu.
Satu demi satu setiap tulisan yang saya buat, saya coba kirimkan ke media. Meskipun saya lebih banyak menunggu jawaban dari media yang bersangkutan, bahkan penolakan atas tulisan saya. Hmm, mungkin itu salah satu perjuangan untuk mencapai kesuksesan (menghibur diri :) ).
Perjalanan hidup memang tidak selamanya mulus. Di tahun 2013 ini, saya diberi cobaan yang sangat berat. Bapak saya yang memang sudah sakit, mengalami penurunan. Sakitnya makin menjadi dan melemah. Tapi saya tidak menyangka jika akhirnya saya dan seluruh keluarga besar harus kehilangan beliau. Tepat tangal 3 Juni 2013, beliau meninggalkan kami. Beliau berpulang ke Rahmatullah. Semua jadi berbeda, kehilangan satu orang tua sangat terasa sekali dampaknya. Tapi Alhamdulillah, kami semua ikhlas. Karena memang begitulah rotasi kehidupan, ada kelahiran dan ada kematian.
Ditengah-tengah kesedihan yang memuncak, tepat sebulan setelah Bapak saya meninggal, email dari salah satu media mengabarkan bahwa tulisan saya dimuat di tabloidnya. Saya senang bukan kepalang, meskipun hanya satu lembar tulisan saya yang dimuat disana. Lagi-lagi, itulah hidup. Sebentar sedih, kemudian senang. Dimuatnya tulisan saya di media, merupakan babak baru buat saya untuk terus bekerja keras memperbaiki diri. Memperbaiki tulisan saya dan mengasahnya lagi menjadi lebih baik. Sulit memang jika ingin meraih kesuksesan tanpa diiringi dengan sebuah kerja keras. Dan saya masih sangat lemah dengan sebuah kedisplinan. Sebenarnya saya sudah mencoba beberapa kali, mengirimkan tulisan saya ke media lain. Tapi ternyata, keberuntungan belum berpihak pada saya.
Menulis merupakan passion buat saya. Dengan menulis, saya merasa ada dan diakui. Apalagi saya merasa beruntung, karena dengan menulis, saya jadi banyak tahu tentang hal yang belum pernah saya ketahui. Mencari tahu dan menjadi lebih ingin tahu. Itulah hasil dari menulis. Dan teman-teman sesama penulis juga, menjadikan saya tetap memilki spirit untuk terus menulis dan menulis lagi.
Saya terharu sebenarnya, dulu saya bukanlah siapa-siapa (mungkin hingga saat ini pun, saya bukan siapa-siapa), tapi ketika saya lebih fokus menggeluti dunia kepenulisan, sosialisasi saya berbeda. Saya lebih banyak dikelilingi oleh penulis-penulis hebat, terutama di jejaring sosial (facebook). Kini, rata-rata friendlist saya adalah seorang penulis. Saya bangga, meskipun saya belum pantas untuk disebut sebagai "seorang penulis". Tapi, sebagian orang yang mengenal saya jadi lebih mengenal saya sebagai penulis. Malu rasanya disebut seperti itu, karena apa yang saya kontribusikan dari menulis belumlah seberapa.
Di tahun 2013 ini, saya memiliki sebuah resolusi. Saya ingin di tahun 2014, setidaknya saya bisa lebih produktif untuk membuat sebuah tulisan. Entah itu mengirimkan ke media atau menulis satu buku hasil karya sendiri. Wah...mimpi rasanya jika saya bisa mewujudka semua itu. Tapi hidup bukan hanya mimpikan? Saya ingin mimpi itu jadi nyata. Dan satu lagi yang saya harapkan di tahun 2014 adalah, usaha makanan yang sudah saya jalani, bisa lebih maju lagi. Mudah-mudahan, saya lebh bisa memanjemen waktu dengan baik. Dan berharap, semoga di tahun 2014, tak ada lagi awan mendung menggelayuti hidup saya. Saya bersyukur, masih diberi kesempatan hidup hingga saat ini. Dan semoga di tahun 2014, Allah masih memberikan kehidupan dan kesehatan pada saya. Aamiin.
Mulai saat ini, saatnya menapaki lembaran baru di 2014. Semoga makin berkah hidup yang dijalani dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Aamiin.

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images