My December, my month

             Memasuki bulan Desember buat saya, it’s my month, my December. Karena apa? Karena perlahan dan pasti, ...





             Memasuki bulan Desember buat saya, it’s my month, my December. Karena apa? Karena perlahan dan pasti, saya menapaki hidup saya yang makin berkurang, meski usia bertambah.
             Dan di tahun ini, seriously, usia saya bukan lagi ABG, bukan lagi remaja yang masih sibuk dengan penampilan dan pujian dari lawan jenis. Hey, I’m a mom and also a wife. So, be a wise. Setidaknya saya harus lebih dewasa menghadapi hidup ini. Harus memiliki target yang benar-benar harus tercapai, untuk anak-anak, suami, keluarga besar, teman-teman, dan diri saya sendiri.
              Pencapaian target juga butuh dukungan. Saya tidak bisa melakukannya sendiri. Support dari keluarga itu yang terpenting, begitu pun dari teman-teman. Apapun bentuk supportnya, saya sangat berterima kasih.
               Dan, tepat di tanggal 21 Desember, ketika usia kelahiran saya bertambah, ketika saya masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, jelas saya sangat bersyukur. Tapi bukan berarti saya terlena. Bisa jadi, jatah hidup saya semakin berkurang. Buat saya ucapan dan doa yang diberikan keluarga dan teman-teman bukan hanya sekedar kata. Saya yakin apa yang mereka ucapkan adalah tulus. Maka tak segan setiap ucapan dan doa yang mereka lontarkan untuk saya, selalu saya aminkan.
                    Ya, saya sangat berharap, semua doa yang diucapkan terkabulkan untuk saya dan juga mereka. Bukan hanya sekedar ucapan untuk merayakan hari kelahiran saya. Karena saya yakin, setiap kata adalah doa.
               Terima kasih untuk teman-teman semua, yang sudah menyisipkan ucapan dan doa tepat di hari kelahiran saya yang ke 36 tahun, yang juga jadi bahan introspeksi buat saya.  Semoga doa yang kalian ucapkan berbalik kepada kalian juga. Aamiin.  

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images