Rubik, Permainan Mencerdaskan

Pada tahu Rubik kan? Semacam alat permainan berbentuk kubus, yang terdiri dari beberapa susunan kotak kecil berwarna-warni. Cara mainny...



Pada tahu Rubik kan? Semacam alat permainan berbentuk kubus, yang terdiri dari beberapa susunan kotak kecil berwarna-warni. Cara mainnya dengan cara menyusun kotak-kotak kecil itu sesuai warnanya. Gampang? Hihi, gak segampang itu ternyata, apalagi kalau salah langkah dalam menggerakannya, bisa-bisa gak akan tersusun rapi sesuai warnanya. Dan saya gak bisa (gak nanya. :p).
Eh, kenapa tiba-tiba saya ngomongin rubik? Iya, ini berawal dari minat anak sulung saya yang berusia 12 tahun. Setelah lebaran kemarin, tiba-tiba dia minta dibelikan rubik. Saya pikir buat apa, mainnya aja belum bisa. Kok, minta dibelikan rubik,yang bagus dan mahal pula (hehe, maklum, kalau urusan mainan emaknya agak-agak selektif. Selektif, yah, bukan irit :D). Ternyata, saat bulan puasa, ketika dia menginap di rumah sepupunya, ada saudara sepupunya yang bisa bermain rubik sedang menginap di sana juga. Alhasil selama 2 malam, anak saya diajari cara bermainnya. Oke, akhirnya saya belikan rubik. 

Jenis-jenis Rubik (pic by Google)

Wow, saya jadi takjub saat anak saya memainkan rubik itu dengan lihai dan cepat. Digerakkannya mainan berbentuk kubus itu ke kanan, kiri, atas, bawah dengan cepat. Selesai! Rubik itu sudah tersusun rapi sesuai warnanya. Saya sampai bingung dan bertanya sama si sulung, “Kok, bisa, Mas(panggilan untuk si sulung)?” Oh, ternyata, main rubik tidak asal menyusun saja. Ada rumusnya agar kecepatan menyusun lebih cepat.Tapi, jangan tanya saya rumusnya seperti apa, yah. Lieur. :D.  Ukuran Rubik pun berbeda-beda. Dari yang ukurannya 2x2 hingga 6x6, bahkan lebih. Semakin tingginya ukuran, semakin sulit tingkat bermainnya. Dan kalau penasaran mau tahu rumus dan triknya  bisa googling (Hehehe) atau langsung ke sini. Karena anak saya pun mempelajarinya dengan googling dan melihat dari you tube. Dan sekarang dia mampu menyelesaikan rubiknya yang berukuran 3x3 dengan waktu 29 detik hingga 40 detik. Hebat, kan? (Emak lebay. Hehe). Eh,Ternyata, waktu segitu itu masih di bawah rata-rata. Hihi. (Gak apa-apa, tetap semangat dan belajar terus, Mas).


Saat Kompetisi, dengan Timer di depannya

Dan kemarin, tanggal 6 September 2015, telah  diadakan Bandung Open, Kompetisi Rubik. Acara diadakan tepatnya di Gedung Indonesia Menggugat. Anak saya mencoba untuk mengikutinya. Acaranya, sih, gak terlalu wah dan diliput media. Tapi, pesertanya ada yang sudah Go International. Ada salah satu anak yang sudah mengikuti Kompetisi Rubik di Australia. Prestasinya tercatat telah menyusun Rubik ukuran 3x3 dengan waktu 17detik. Wow. Bahkan dengan ukuran 2x2, dia mampu menyelesaikan selama 7 detik saja. Waaah, masih jauh dong, yah, anak saya.  Anak saya baru mampu menyelesaikan ukuran 2x2 selama 13detik. (It's Ok, semangat terus untuk belajar, yah, Mas)
Jenis yang dipertandingkan pun macam-macam, diantaranya adalah:  
*Speedcubing/speedsolving, adalah mencoba untuk menyelesaikan Kubus Rubik secepat mungkin.
*Blindfolded solving, (sering disingkat dengan BLD)adalah cara menyelesaikan Rubik dengan mata tertutup.
*One handed solving, mengharuskan peserta untuk menyelesaikan rubik dengan satu tangan, baik tangan kanan maupun tangan kiri.
*Solving with feet, dalam hal ini, peserta mencoba untuk menyelesaikan Rubik dengan kaki, mulai dari tahap inspection hingga solving.(Lebih jelasnya bisa dilihat di sini)

Bandung Open, Kompetisi Rubik, di Gedung Indonesia Menggugat

Nah, buat orang tua, yang ingin anaknya atau sudah menekuni permainan Rubik, gak ada salahnya, kok,untuk didukung. Karena ternyata, permainan yang ditemukan tahun 1974 oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria, Erno Rubik, ini sangat bermanfaat bagi anak-anak terutama untuk merangsang perkembangan otak anak.
Dengan bermain rubik  bisa membantu melatih kecerdasan emosional, melatih kesabaran, melatih keterampilan koordinasi tangannya untuk menggerakkan potongan rubik sambil berpikir, melatih otak kanan anak, dengan warna-warninya bisa merangsang otak anak sehingga anak-anak akan semakin kreatif, dan melatih anak-anak untuk berhati-hati dalam mengambil sebuah tindakan, karena jika salah1 gerakan saja maka akan membuat permainan menjadi lebih lama selesai atau bahkan tidak selesai. Tuh, banyak manfaatnya, kan? Eh, tapi tergantung minat anak juga, yah. Gak usah dipaksa.
            Oh, ya, sebagi info saja. Untuk event selanjutnya, Insya Allah akan diadakan lagi kompetisi rubik bulan November di Jakarta dan bulan Desember di Yogyakarta. Dan rencananya anak saya akan mengikutinya.
Jadi, kita jalan-jalan ke Yogyakarta, nih? *Yipppiiiee. Halaaah, ini, sih, modus emaknya aja kayaknya  yang kepengen jalan-jalan. :D :D

Rubik ukuran 3x3 (pic dari sini)



       Sip, semoga bermanfaat infonya. ;)

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images