Persahabatan Yang Berujung Cinta

Judul Film: Negeri Van Oranje Sutradara: Endri Pelita Penulis Skenario: Titien Wattimena Pemain: -Arifin Putra -Tatjana Saphi...



Judul Film: Negeri Van Oranje
Sutradara: Endri Pelita
Penulis Skenario: Titien Wattimena
Pemain:
-Arifin Putra
-Tatjana Saphira
-Chicco Jerikho
-Abimana Aryasatya



Membaca judul filmnya, Negeri Van Oranje, pikiran saya langsung melayang pada sebuah negeri, yaitu Belanda. Film yang katanya mengisahkan tentang sebuah persahabatan dan diangkat dari sebuah novel yang berjudul sama, Negeri Van Oranje dan ditulis oleh Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana. Sayangnya, saya belum membaca novelnya. Mungkin cerita di film sedikit berbeda dengan novelnya. Karena di film ini saya kurang melihat sisi persahabatan diantara empat laki-laki dan satu perempuan. Malah yang bisa disimpulkan di sini adalah tentang persaingan empat laki-laki (Wicak, Banjar, Daus, dan Geri) untuk mendapatkan cinta si perempuan (Lintang). 

Di awal cerita film ini pun penonton diajak untuk berteka-teki, siapa yang akan mendampingi Lintang atau siapa yang bakal dipilih Lintang untuk dinikahinya. Hmm, sebuah cerita yang cukup klise. Tapi, untungnya kisah yang agak menyimpang dari tema awal (persahabatan dan pengalaman mengenyam pendidikan  di Negeri Van Oranje), diwarnai dengan celetukan-celetukan kocak Ge Pamungkas (Daus), Arifin Putra (Banjar), dan pesonanya Abimanyu (Wicak), Chico Jerikho(Geri), dan juga kecantikanya Tatjana Saphira. Hehe.

Yang saya tidak sukai saat menonton film Indonesia di bioskop adalah ceritanya yang kadang seperti sinetron. Begitu-begitu saja. Gak ada klimaksnya. Sebelum menonton film ini, saya membaca sinopsisnya terlebih dahulu. Sempat berpikir, pasti ceritanya bakal beda dengan film-film Indonesia lainnya yang hanya bertemakan cinta, cinta, dan cinta. Negeri Van Oranje mengusung tema tentang persahabatan. Apalagi ini di negeri orang. Barangkali bisa menjadi rekomendasi untuk ditonton anak saya, biar jadi motivasi untuk sekolah di luar negeri. Aamiin. :)

Cerita fim ini diawali dengan sebuah persiapan pernikahan Lintang. Tapi saat itu belum diketahui, siapa yang bakal jadi pendamping Lintang diantara empat sahabat cowoknya itu. Apakah Wicak, Banjar, Daus, atau Geri? Nah, dari sinilah kisahnya di mulai.
Film yang berdurasi sekitar 2 jam, menceritakan tentang kilas balik perjalanan Lintang dan keempat sahabatnya di Belanda untuk melanjutkan pendidikan S2. Pertemuan yang tidak disengaja di sebuah stasiun yang membuat mereka langsung akrab. Aneh juga sih menurut saya. Baru pertama kali bertemu, tapi seperti sudah akrab  bertahun-tahun. Tanpa canggung, layaknya baru berkenalan dengan orang baru. Singkat cerita, akhirnya mereka saling sering bertemu, berkumpul, dan mengikrarkan diri mereka sebagai sahabat dengan memberi nama untuk mereka AAGABAN, yang ternyata singakatan dari Aliansi Amersforth Gara-gara Badai di Netherlands.

Lintang, yang memilki paras yang cantik, malah jadi rebutan Daus dan Banjar. Begitu juga dengan Wicak dan Geri, tapi keduanya tidak seheboh seperti Daus dan Banjar untuk menarik perhatian Lintang. Sayangnya, Lintang saat itu masih memiliki pacar, laki-laki asal Belanda. 

Secara keseluruhan film ini cukup menghibur. Buktinya, saya dan teman-teman saya(terutama sahabat di sebelah kiri saya :D) dari Blogger Bandung, yang diundang oleh Indosat Ooredoo, bisa cekikikan di beberapa scene Negeri Van Oranje. Ulah siapa lagi kalau bukan celetukan dan kekonyolannya Daus dan Banjar. Juga pemandangan Negeri Belanda yang terhampar indah selama film ini berlangsung. (Kapan, yah, kira-kira saya bisa ke sana?) :D

 
Karakter dari tiap pemain, terlihat saat Lintang ingin mengenal lebih dekat satu persatu dari keempat sahabatnya.
Daus yang berasal dari betawi, bekerja sebagai PNS dan mendapat beasiswa S2 ke Belanda.
Banjar yang dipanggil berdasarkan dari mana dirinya berasal, yaitu dari Banjarmasin. Tapi selama film berlangsung, tak terdengar logat Banjarmasinnya sedikitpun.
Wicak, berasal dari Banten, pernah bekerja di LSM lingkungan hidup dan sering keluar masuk hutan di Kalimantan untuk menyelidiki kasus illegal logging. Penampilannya  paling cool diantara keempatnya dan sulit mengingat nama orang yang pernah ditemuinya. Ia bisa mengingat seseorang hanya dari satu kejadian yang pernah ia alami saat bersama  orang itu, ya satu kejadian saja.
Geri, berasal dari Bandung. Ganteng dan terlihat paling mapan diantara sahabat-sahabatnya. Ia  juga memiliki perhatian yang lebih pada Lintang, hingga membuat Daus, Banjar, dan Wicak merasa kalah saing dengannya. Tapi sayang, perhatian Geri ternyata tidak seperti apa yang Lintang harapkan. Ternyata Geri….Ah, sudahlah. Lintang sangat kecewa, saya juga. #eh 


Lintang, satu-satunya perempuan diantara kelimanya. Ujung-ujungnya, Lintang menjadi incaran sahabat-sahabatnya sendiri. Jelas saja, laki-laki mana yang tidak akan jatuh hati pada Lintang yang cantik, lembut, baik, dan pintar. Tipe wanita yang hampir sempurna ala-ala dongeng. Hehe. Tapi karakter Lintang di sini kurang kuat. Akting Lintang yang diperankan Tatjana Saphira, sama seperti melihat aktingnya di serial Tv yang berjudul Stereo. Mungkin memang Tatjana hanya cocok memerankan karakter-karakter  seperti itu, yah? Entahlah. :D
Bisa dikatakan, klimaks dari film ini adalah saat Daus, Banjar, Wicak, dan  Geri mencari Lintang. Lintang marah dan pergi saat tahu sahabat-sahabatnya menjadikan dia sebagai ajang taruhan. Akhirnya Lintang ditemukan oleh salah satu dari keempat sahabatnya itu.
Dari sini baru ketahuan, siapa yang bakal menjadi pendamping Lintang, jawaban dari teka teki di awal film ini. Dan juga akhir dari film yang menceritakan tentang persahabatan yang berujung cinta.

Pengen tahu, siapakah  yang akhirnya jadi pendamping Lintang? Tonton saja filmnya. :D :D

You Might Also Like

2 komentar

  1. Kamu kecewa sama Geri? Padahal Geri itu yang paling ngertiin wanita loh, wkwkwk

    ReplyDelete
  2. tetep bikin penasaran penonton hehehe...

    ReplyDelete

Flickr Images