Travelmie, Warung Makan Traveler

Tangerang adalah sebuah kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Sejak saya menetap di Bandung dari tahun 2002 hingga sekarang, Tang...



Tangerang adalah sebuah kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Sejak saya menetap di Bandung dari tahun 2002 hingga sekarang, Tangerang bagi saya adalah pulang. Gak banyak  juga yang bisa dibanggakan di kota Tangerang selain kenangan buat saya (ecieee, romantis bener). Selain bertemu dengan saudara, orang tua dan teman-teman, tempat kumpul pun gak jauh-jauh dari mall, rumah teman atau saudara.
Beda dulu, beda sekarang. Tangerang kini mulai berkembang pesat penataan kotanya. Yang lebih menonjol adalah menjamurnya tempat kuliner dan taman-taman di sekitaran jalan. Seperti tak mau kalah dengan Bandung, yang juga sedang merambah pembangunan taman dan kulinernya. Apa ini maksudnya agar menarik perhatian saya agar tidak lupa dengan kampung halaman? Haha, geer banget, sih, saya. 
Selain taman dan kulinernya, Tangerang pun tidak mau kalah dengan kemacetannya. Salah satunya di sekitar rumah orang tua saya, di Jalan Kisamaun, selalu macet saat malam hari. Sepanjang jalan itu banyak sekali tempat jajanan berbagai macam kuliner. Saya cukup berjalan kaki saja menyusuri jalan Kisamaun yang dipenuhi tenda-tenda yang mulai buka sekitar pukul 15.00 hingga 24.00.  

Penampakan Travelmie dari luar pada malam hari (gambar pribadi)
Saking banyaknya pilihan tempat untuk makan, jadi bingung mau memilih yang mana. Semua makanan yang dijajakan sangat menggiurkan. Dari Kebab, Tempe Mendoan, Sea Food,  sampe Susu Jahe merah. Setelah selesai menyusuri jalan, akhirnya saya, suami, dan anak memilih masuk ke warung makan yang memiliki konsep yang cukup unik, namanya Travelmie. Begitu kami memasuki area Travelmie, di dalamnya terdapat tenda-tenda kecil untuk berkemah. Sekitar 10 tenda. Saya pikir untuk apa tenda-tenda itu? Ternyata pengunjung boleh memilih untuk makan di dalam tenda. Lucu juga, yah. 
Buat saya tempat ini sangat welcome untuk pengunjung dari berbagai usia. Selain tenda-tenda yang berjajar di sisi kanan dan kiri warung makan ini, pengunjung juga dibolehkan memainkan permainan UNO yang sudah disediakan di meja bagian depan. Sambil berbincang-bincang dengan teman, menikmati makanan yang tersedia dan memainkan permainan UNO, pengunjung juga dihibur oleh live music dari penyanyi Travelmie. Untuk pengunjung yang ingin menyumbangkan suaranya juga boleh. Mau request lagu untuk ditujukan pada seseorang juga bisa. Hihi, seru, yah. 
Penyanyi dari Travelmie, namanya Ayu (gambar pribadi)

Permainan Uno, untuk menunggu makanan datang biar gak jenuh :) (gambar pribadi)


Karena  konsep yang dibuat Travelmie ini tentang mendaki gunung, jadi gak aneh kalau banyak tenda-tenda berjajar. Karena memang setting-annya pun persis dibuat sama seperti berada di atas pegunungan. Latarnya sebuah pegunungan, beberapa alat makanannya
 tidak mudah pecah, dan terdapat api unggun juga. Tapi jangan harap api unggun itu bisa menghangatkan tubuh kita. Dipegang pun, api unggun itu gak akan bikin tangan kita melepuh. Hehe.  
Prngunjung yang sedang menyumbangkan suaranya (gambar pribadi)
Kalau ada yang mau uji nyali memegang api unggun itu, silakan. 


Kebetulan saya datang ke tempat ini malam hari, selepas maghrib dan gerimis. Jadi suasana seperti di pegunungan dapet banget. Tangerang dengan kota yang cukup panas dan membayangkan seperti di pegunungan, kayaknya susah, yah. Ya itulah, Travelmie menyajikannya dengan setting-an yang dibikin mirip semirip-miripnya.
Lalu, bagaimana dengan menu makanannya? Kalau boleh saya bilang, tujuan dari  tempat ini  adalah suasananya. Tempat ini dibuat senyaman mungkin dengan suasana seperti di alam dengan alunan musik yang live. Makanan yang disajikan simple saja. Sesuai dengan namanya, Travelmie, maka menu andalannya adalah mie. Tapi jangan khawatir, menu yang lainnya juga ada. Ada Nasi Goreng, Nasi Liwet, Nasi Bakar, Kue Cubit, Ketan Duren, Laksa Tangerang, Pizza Mie, dan lain-lain. Untuk harga makanannya berkisar dari 14K hingga 20K. Sedangkan untuk minumannya berkisar dari 6K hingga 25K.

Pizza Mie by Travelmie (Pic by Instagram Travelmie)

Menu dan Harga Makanan di Travelmie (gambar pribadi)



Saya sendiri memilih menu Ketan Duren. Jangan ditanya rasanya bagaimana. Karena saya suka duren/durian, jadi menurut saya Ketan Duriannya cukup nampol. Pengen nambah, sih, cuma takut kolesterol. Hahaha. Sedangkan anak  dan suami saya memilih Mie. *Hmm, gak jauh-jauh deh dari Mie.

Mie Goreng (gambar pribadi)
Ketan Duren (gambar pribadi)

Minuman Milo, Kopi, dan Lemon Tea (gambar pribadi)

Yang ingin berkunjung ke sini, silakan. Letaknya di JL. Kisamaun No. 154. Kalau dari arah serpong, lurus saja melewati Tangcity Mall, Cikokol. Kemudian ke arah pasar lama. Lokasinya sebelum pasar lama. Travelmie buka dari pukul 16.00-24.00 setiap hari. Untuk hari Minggu, buka dari pukul 15.00-24.00.  Btw, Travelmie juga pernah diliput oleh TransTv dan MNCTv, loh. Berarti rekomen, dong, yah tempatnya. Hehe.
Saat diliput TransTv dan MNCTv (Pic by Instagram Travelmie)

Semakin banyaknya kuliner di Tangerang, membuat saya semakin ingin untuk terus pulang ke Tangerang. Banyak yang dirindukan dari Tangerang buat saya. Orang tua, saudara, teman, makanannya, dan kenangan (eeaaaa, kenangan atau mantan?) :D :D

Selamat menjelajah ke Puncak Tangerang, jangan lupa kunjungi setiap wisata kulinernya. ;)




You Might Also Like

14 komentar

  1. Tinggal bikin novel ber-setting Tangerang aja ya, Day *dikeplak

    Btw, selamat atas TLD-nya. Suka sama tampilan baru blog-nya yang simple. Aukses terus :)

    ReplyDelete
  2. Pengen nyobain makan d tenda ih. Asik kayanya sambil nyari inspirasi

    ReplyDelete
  3. Dyah Prameswarie, please deh komennya bikin sayah kesindir. Wakakak.

    ReplyDelete
  4. Boleh, Tian. Silakan mampir ke sana. Hehe.

    ReplyDelete
  5. Sekalinya datang ke Tangerang, aku cuma numpang tidur di rumah sepupu. Ga sempet kulineran. 10 tahun yang lalu itu hehehe

    ReplyDelete
  6. Jadi tenda2 itu buat makan lesehannya ya Mak. Konsepnya unik yak

    ReplyDelete
  7. Tempatnya kece yaaak. Tapi lumayan euy tangerang ehe ehe ehe





    Ipeh Alena

    ipehalena.tumblr.com

    ReplyDelete
  8. Iya, Mak Vhoy. Kita bisa lesehan di dalam tendanya. :)
    Makasih udah mampir, Mak.

    ReplyDelete
  9. Tangerang deket,kok, Mak Ipeh. Hehe

    ReplyDelete
  10. Efi, itu udah lama banget. Udah banyak yg berubah. ;)

    ReplyDelete
  11. Pizza mie menggiurkan banget. Tangerang dekat rumah kakakku nih, kalo pas ke sana minta ditraktir di travelmie ahhh hihihi.

    ReplyDelete
  12. ya ampppuunnn, itu pizza mienya mbaaa, menggoda abiiiezzz ^o^.. jd pgn... enak juga kayaknya mie dicampur mozarella gitu ya

    ReplyDelete
  13. Tinggal di Tangerang malah belum pernah ke travelmie

    ReplyDelete

  14. Nice post. I was checking continuously this blog and I'm impressed! Very useful information specifically the last part :) I care for such info a lot. I was seeking this certain info for a very long time. Thank you and good luck. all of craigslist

    ReplyDelete

Flickr Images