Menyantap Tikar Di Warung Talaga

Sekitar pukul 11.00 di hari Minggu. Gak ada rencana ke mana-mana, tapi anakku yang sulung berniat ingin mencari sepatu basket. Akhirnya ka...

Sekitar pukul 11.00 di hari Minggu. Gak ada rencana ke mana-mana, tapi anakku yang sulung berniat ingin mencari sepatu basket. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Mall dekat rumah. Ciwalk Bandung alias Cihampelas Walk Bandung.
Yang paling menyebalkan kalau ke Ciwalk adalah saat mencari parkiran. Entah kenapa, tempat parkirnya selalu penuh dan sempit pula. Tapi hari ini, Alhamdulillah, di lantai kedua, kami mendapatkan tempat dan masih ada beberapa ruang kosong untuk kendaraan lain yang akan parkir di situ.
Kami pun langsung ke tujuan, mencari sepatu basket untuk si sulung.
Lebih dari setengah jam kami mencari sepatu untuk si sulung. Dan, si kecil sudah mulai jenuh. Ternyata dia haus. Akhirnya saya dan si kecil memutuskan untuk mencari minum, sedangkan suami dan si sulung tetap mencari sepatu.
Selain haus, ternyata saya pun lapar (hehe). Mencari tempat makan di Mall memang tidak susah. Tapi membosankan kalau hanya fast food lagi yang jadi pilihan. Saya pun memilih tempat makan yang berada di luar area Mall tapi masih di area Ciwalk. Tepatnya di bagian samping Mall.

Warung Talaga tampak depan

Saya melihat ada Warung Talaga, lalu menanyakan ada menu minuman apa saja. Pelayannya memberitahu ada menu minuman Milo, Nutrijel, Teh, dll. Si kecil memilih Nutrijel. Setelah siap minuman Nutrijelnya, baru tahu bentuknya. Seperti minuman jeruk, rasanya agak asam, kemudian diberi semacam rumput laut dari jelly.  Saya dan si kecil memutuskan minum di tempat, dan si kecil memasang wajah kecut saat mencoba minumannya. :D

Minuman Nutrijell



Si kecil menyeruput minuman Nutrijell

Warung Talaga ini konsepnya seperti warung-warung kopi. Kursi yang digunakan adalah kursi panjang seperti warung bakso di pinggir jalan. Alat-alat yang digunakan alat-alat tempoe doeloe. Dari teko, piring-piring dan gelas yang digunakan untuk menyajikan pesanan pembeli.


Alat-alat masak yang digunakan

Unik, sih. Dan pelayannya menawarkan menu khusus Weekend, yaitu Cuanki Tahu dan Siomay. Tapi saya gak coba. Saya memilih Cimol Logay, sedangkan si kecil memilih Tikar Stroberi Colek(Roti Bakar Stroberi dan Krim).


Cimol Logay dengan rasa balado dan keju (tanpa chili)


Tikar Stroberi Colek, toppingannya penuh. 😁

Cimol Logay memiliki tiga macam rasa; balado, chili, dan keju. Mungkin itu yang membuat namanya Cimol Logay. Logay, loba gaya atau banyak gaya. Banyak gaya dalam rasa. Hahaha, maksa. Dan untuk Roti Bakar banyak pilihan rasa juga. Ada Tikar Keplok(Roti Bakar Keju+Telur Ceplok), Tikar Sosis Gegoleran, dll. Namanya lucu-lucu. Itu lah yang menjadi salah satu trik penjualan. ;)

Lagi liat-liat menu, menunya bikin kepengen semua. 😜


Daftar menu dan harga.

Selain di Ciwalk, Warung Talaga juga ada di Riau Junction dan PVJ Mall. Dan juga bukan hanya di Bandung, di Bekasi dan Jakarta pun ada.
Tadinya saya ingin memesan Tahu Gejrot juga, tapi sayangnya tidak sempat. Suami sudah ingin mengajak pulang. Dan pencarian sepatu basket untuk si sulung juga sudah selesai.
Mungkin Warung Talaga bisa menjadi pilihan tempat bagi yang kelelahan menyusuri Ciwalk, PVJ, atau Riau Junction. Menunya banyak pilihan dan gak ngebosenin. Tempatnya pun santai, seperti sedang mojok di Warung Kopi. Hehehe.

Baik lah, saatnya kembali ke rumah. Menyisakan rasa Cimol Logay yang masih terselip diantara rongga gigi. Hahaha.













You Might Also Like

1 komentar

  1. oowwh kirain tikarnya itu tikar seperti karpet, ternyata bukan yah, kayanya enak :3

    ReplyDelete

Flickr Images