Legitnya Kurma Sehati Dari CNI

Kotak kemasan Kurma Sehati CNI "Berbukalah dengan yang manis." Kalimat di atas sering kita dengar saat bulan Ramadhan...


Kotak kemasan Kurma Sehati CNI


"Berbukalah dengan yang manis."
Kalimat di atas sering kita dengar saat bulan Ramadhan. Bahkan iklan di televisi sering menggunakan kalimat di atas untuk memromosikan produknya. Dari berupa makanan atau pun minuman yang manis-manis. Tapi sebenarnya, apa sih maksud dari kalimat "berbukalah dengan yang manis"? Apa benar setiap berbuka puasa kita harus mengawalinya dengan yang manis?
Ya, benar. Karena minuman atau makanan manis merupakan sumber kalori yang diroses oleh tubuh dengan cepat. Sehingga dapat mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa seharian dengan cepat pula.
Tapi ternyata ada beberapa orang yang salah kaprah. Arti manis di sini bukan berarti makanan yang manis-manis secara berebihan. Sebaiknya yang dikonsumsi adalah yang memiliki manis alami, seperti buah-buahan. Kalau kita mengikuti sunnah Rasul, beliau selalu mengawali membatalkan puasanya dengan memakan kurma atau minum air putih saja. Nah, karena kurma rasanya manis, maka orang-orang suka mengganti dengan makanan manis lainnya. Boleh saja, sih. Tapi sebaiknya konsumsi makanan yang memiliki pemanis alami. Seperti buah-buahan yang memiliki rasa manis dan kandungan air yang banyak. Perlu diketahui kurma juga memiliki pemanis alami (56,83gr gula) dan kandungan air (18,27gr air) yang cukup tinggi.

Dulu, setiap bulan Ramdhan tiba, Mama saya selalu menyediakan kurma untuk Bapak saya. Iya, beliau selalu memulainya dengan kurma, setelah itu baru memakan makanan lain.
Kadang Mama suka sulit mencari kurma yang enak. Tapi mau bagaimana lagi, demi untuk memenuhi keinginan Bapak, beli saja yang ada. Walaupun begitu,  tetap saja kurma itu dimakan Bapak saya. Beliau sebenarnya lebih suka yang bagian luarnya tidak kering, tapi lembut di dalam. Tapi, sayangnya kurma seperti itu jarang sekali didapatkan.
Kebetulan kemarin saya mendapat kiriman kurma dari teman saya. Kurma yang dikemas dengan cantik dan terdapat tulisan Kurma Sehati di bagian kanan atas kemasannya. Ternyata Kurma Sehati produk dari CNI. Dan begitu saya coba, rasanya legit, daging buahnya begitu tebal, dan bijinya sangat kecil. Beda dengan kurma yang pernah saya coba sebelumnya. Duh, saya jadi ingat Almarhum Bapak saya. *hiks.
Seandainya beliau masih ada, akan saya kirimkan kurma ini. Beliau pasti suka. Sampai-sampai saya pun gak pernah terlewatkan utuk mengonsumsinya saat berbuka puasa dan sahur. Manisnya pas banget, sih. Gak giung (kata orang Sunda mah). Hehehe.

Sajian Kurma Sehati untuk berbuka puasa

Selain mengikuti sunnah Rosul dengan berbuka puasa terlebih dengan kurma, kurma juga memiliki khasiat untuk mengobati beberapa penyakit. Diantaranya dapat menurunkan trombosit penderita Demam Berdarah. Caranya dengan mengambil sarinya dengan cara diblender. Bahkan sekarang sudah tersedia kemasan sari kurma siap minum.

Khasiat lainnya dari kurma adalah baik untuk dikonsumsi ibu hamil. Wah, kebetulan banget dengan kondisi saya saat ini yang sedang hamil empat bulan. Konon kurma baik untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan juga untuk memperlancar persalinan dan ASI. Sip, pas banget, deh. ;)

Sayangnya Kurma Sehati ini cuma ada di bulan Ramadhan saja. Wah, kalau gitu harus nyetok banyak nih untuk persiapan suguhan di hari raya dan persiapan persalinan juga pemberian ASI nanti. *Hihi



Sebelum kehabisan, mau order ah ke  Gerai CNI. ;)

Oke, selamat menjalankan ibadah puasa, yah. Jangan lupa, berbukalah dengan yang manis alami (Kurma Sehati). :D





You Might Also Like

9 komentar

Flickr Images