Kartu Nama Tak Sekedar Identitas Diri

Identitas Menurut Stella Ting Toomey , identitas merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya,...


Identitas
Menurut Stella Ting Toomey, identitas merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis dan proses sosialisasi.

Lalu, siapakah Stella Ting Toomey? Silakan googling aja, ya😁

Selain KTP, identitas diri seseorang untuk memperjelas pekerjaannya secara spesifik, dibutuhkan sebuah kartu nama.
Dan dahulu, kartu nama identik untuk yang memiliki perusahaan atau jabatan tinggi saja. Ketika seseorang memiliki kartu nama, berarti orang itu sangat penting. Padahal jaman saya masih sekolah dulu, pembuatan kartu nama untuk anak itu ada. Tapi bedanya kartu nama anak-anak isinya hanya mencakup nama, alamat, dan nomor telepon. Lalu untuk apa? Ya, untuk tukeran kartu nama saja dengan teman-temannya. Dan mereka cenderung memilih gambar dan warna yang lucu-lucu.

Sejak dulu konten dari kartu nama terdiri dari nama, alamat rumah atau kantor, nomor telepon, dan jabatan. Letak penulisan dan font-nya cenderung kaku. Designnya pun itu-itu saja.
Saya ingat betul, kartu nama milik Bapak saya jenis kertasnya mengkilat dan wangi. Saat itu, kartu nama seperti itu sudah yang paling keren. Eh, tapi wajar sih kalau untuk kartu nama orang tua. 😁
Ngomong-ngomong, sekarang pun saya sudah menjadi orang tua, tapi untuk membuat kartu nama jenis itu? Hahaha. *no comment, deh.

Di zaman sekarang ini, apakah kartu nama masih dibutuhkan? Ada sebagian orang masih membutuhkan. Tujuannya untuk memperluas networking mereka. Tapi konten dari kartu nama sekarang lebih simple dan tidak harus mencantumkan alamat rumah.
Buat saya pribadi, kartu nama bukan hanya sekedar identitas, seperti nama, pekerjaan, dan alamat. Tapi kartu nama bisa menunjukkan passion seseorang. Lagi pula, pekerjaan zaman sekarang ini sangat beragam, gak melulu seorang manager, arsitek, guru, atau dokter.



Sering dengar seseorang dengan pekerjaannya sebagai Blogger, Buzzer, Writer, Photographer, Editor, dan Youtuber?
Itu beberapa pekerjaan yang banyak disandang seseorang di zaman sekarang.
Nah, jenis kartu nama bisa disesuaikan dengan pekerjaan atau passion  mereka.
Misal seorang Photographer, jenis kartu namanya didesain dengan gambar/gaya yang berhubungan dengan pekerjaannya. Bisa ditaruh gambar kamera atau yang berhubungan dengan potret memotret.
Dan pekerjaan macam di atas itu memerlukan jaringan yang luas dan daya tarik agar diminati klien. Dari sebuah kartu nama, bisa saja klien tertarik untuk menggunakan jasa kita. 😊

Dua Sisi Kartu Nama, Design by Langit Amaravati

My Business Card is My Passion
Sebagai seorang mamak-mamak-yang tidak muda lagi- yang masih punya bayi usia satu tahun, saya masih ingin tetap dianggap produktif. Eitts, produktif di sini bukan berarti mau nambah anak lagi, ya? 😁 Cukup Neng Rique jadi anak bungsu saya. Hehehe.
Supaya dibilang produktif, saya mencoba aktif untuk menjadi seorang blogger. Food blogger adalah pilihan saya.
Kenapa Food Blogger? Duh, kalau saya pilih Beauty Blogger, bisa hancur lah produk yang saya review. Wong saya gak bisa dandan dan kurang ngerti dunia per-make up-an 😁
Cooking is my passion? Bisa jadi. Seenggaknya saya bisa membedakan yang mana kencur dan yang mana jahe. 😂

My Business Card


Untuk menambah kepercayaan diri  sebagai Food Blogger, saya ingin memiliki kartu identitas yang memperkuat status
saya dan sebagai jalan untuk memperluas networking.  Sebuah kartu nama yang simple dan tidak terlalu formal, tapi menggambarkan minat/passion saya dalam dunia masakan dan makanan.
Upps, Pucuk dicinta, ulam pun tiba (ini peribahasa udah jadul banget, ya😁😁), ada yang bisa memenuhi keinginan saya, membuat kartu nama yang simple, elegant, dan menonjolkan passion si pemiliknya.
Kartu nama dengan Ukuran: 90 x 55 mm, Jenis kertas: art carton 260 & 310 GSM, Laminasi: matte & glossy, dan desain yang kece punya, menurut saya ini adalah kartu nama terkeren yang pernah saya miliki, sesuai dengan apa yang ada dibenak saya selama ini (mulai lebay).
Harganya juga sesuai dengan hasil design dan aslinya, Rp. 95.000,00/100 lembar.
Kebetulan saya tinggal di Bandung, proses pengiriman bisa menggunakan Ojek Online. Proses pembuatannya sekitar dua mingguan atau tergantung mood si pembuatnya. #eh😁

Beberapa Contoh Design Langit Amaravati


Kalau mau tahu detailnya silakan
tanya langsung atau mau stalking dulu juga boleh.
IG: @langitamaravati
FB: Langit Amaravati

Yang berminat, silakan pilih desain kartu nama mana yang cocok untuk karakter/passionmu. 😉

Coz, your business card is your passion. *menurut gue😁

You Might Also Like

2 komentar

Flickr Images