Makan Bebek Bersama Raja Bebek

Beberapa waktu lalu, tepatnya awal Oktober, Kakak, Mama, dan keponakan saya, yang tinggal di Tangerang, berkunjung ke Bandung. Bukan khusus...

Beberapa waktu lalu, tepatnya awal Oktober, Kakak, Mama, dan keponakan saya, yang tinggal di Tangerang, berkunjung ke Bandung. Bukan khusus mengunjungi saya yang tinggal di Bandung, sih. Tapi sekalian mau jalan-jalan aja.
Jarak Tangerang-Bandung memang tidak terlalu jauh, bisa ditempuh sekitar 3-4jam dalam kondisi tidak macet. Tapi yang namanya waktu, sulit sekali untuk dipertemukan karena alasan sibuk. Lagi pula meski jarak tidak terlalu jauh, kemacetan membuat enggan untuk melakukan perjalanan itu. Jadi perlu persiapan  jika ingin bepergian, meski hanya Tangerang-Bandung. Dan perlu menginap semalam agar tidak kelelahan di jalan, apalagi membawa orang tua yang sudah sepuh.
Kakak, Mama, dan keponakan saya pun memilih menginap. Mereka terdiri dari dua kakak saya (laki-laki dan Perempuan), kakak ipar (istri dari kakak laki-laki saya), mama, dan tiga keponakan. Mereka menginap di salah satu hotel yang terletak di JL. Riau/Martadinata, Bandung. Hanya semalam mereka menginap di sana. Check in hari Sabtu sekitar pukul 14.00 dan harus  check out Minggu pukul 12.00.
Tapi ternyata mereka chek out lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan. Dengan alasan, malas bolak-balik ke hotel lagi.
Saya pun menyusul ke Hotel, tapi tidak ikut menginap di sana. Dan setengah harian itu hanya bercengkerama di hotel, malamnya berencana keluar menyusuri kota Bandung untuk sekedar cuci mata atau mencari kulineran.
Tapi yang namanya weekend, jangan harap perjalanan sesuai ekspekstasi (apalagi di Bandung). Selain macet, sulit mendapatkan tempat parkir di lokasi yang kita tuju. Rencana pun berubah.
Akhirnya kembali ke Hotel, sedangkan saya, suami, dan anak-anak pulang ke rumah. Jalan-jalannya dilanjut besok pagi saja.
Tapi rencana tinggal lah rencana. Yang tadinya ingin ke daerah Lembang keesokan paginya, pupus sudah. Dengan alasan waktu yang sangat mepet. Kalau ke Lembang bisa habis memakan waktu menuju ke sananya. Belum lagi ada sanak saudara yang harus dikunjungi saat itu.
Akhirnya menyusuri FO (Factory Outlet) di sepanjang Jalan Martadinata menjadi pilihan satu-satunya. Suasana FO ketika itu cukup lengang, entah kenapa terlihat seperti itu. Padahal dilihat dari tanggal hari itu, termasuk tanggal muda.
Apakah mungkin bisnis offline sudah mulai pudar dibanding dengan bisnis online? Entahlah.


RAJA BEBEK
Berbeda dengan bisnis fashion yang mulai beralih ke online, untuk bisnis makanan atau kuliner, sepertinya masih menjamur. Khususnya di Bandung, makin banyak yang membuka usaha Rumah Makan, meski mereka juga melayani pembelian via online dengan jasa ojek online.
Siang itu, saat waktu makan siang tiba, tentu saja kami merasa lapar. Kakak saya kemudian mengajak kami makan di Rumah Makan milik seorang temannya, yang saat itu, tepat 1 Oktober sedang Grand Opening, nama tempatnya Raja Bebek.
Untungnya Lokasi Raja Bebek yang terletak di JL. Bengawan  itu tidak jauh dari JL. Martadinata.
Ketika kami sampai di JL. Bengawan, di sana sudah terlihat ramai, parkir mobil pun cukup sulit. Mungkin karena baru buka dan ada diskon 20% untuk hari itu saja. Tapi Alhamdulillah, akhirnya dapat tempat parkiran juga.

Foto dulu di pintu masuk Raja Bebek ๐Ÿ˜Š

Begitu masuk ke Rumah Makan Raja Bebek, yang memiliki jargon "Enak dan Semua Bisa" itu, seperti berada di rumah sendiri. Suasananya homy banget. Sebelah kiri pintu masuk terdapat meja, yang di atasnya tersedia beberapa cemilan/snack dalam sebuah toples besar, serta dua bangku panjang di samping dan seberangnya. Tadinya saya mau ambil salah satu snack yang tersedia itu, tapi katanya sih untuk pengunjung yang belum mendapat tempat/meja, jadi menunggu dulu di situ sambil menunggu mendapatkan tempat. Ya, sudah gak jadi ambil, karena begitu masuk, kami masih dapat tempat/meja untuk makan. ๐Ÿ˜

Suasana homy di Raja Bebek

Suasana homy di Raja Bebek

Agak masuk sedikit ke Rumah Makan Raja Bebek, terdapat beberapa kursi dan meja, yang saat itu sudah terisi pengunjung yang sedang menunggu pesanan makanannya.
Kami memilih tempat di bagian dalam lagi. Tempatnya seperti berada di dalam ruang makan sebuah rumah dan di kelilingi banyak ruangan kamar tidur. Begitu pun di bagian lantai dua, banyak ruang kamar di sekelilingnya.
Ternyata, sebelum berubah menjadi Rumah Makan, tempat ini adalah sebuah Guest House. Tapi karena satu dan  lain hal, pemiliknya ingin beralih usaha ke bidang kuliner. Biar lebih barokah, begitu  penuturan kakak saya.

Kakak saya (kanan) dan pemilik Rumah Makan Raja Bebek (Kiri)


MENU di RAJA BEBEK
Namanya saja Raja Bebek, berarti menunya gak jauh dari bebek. Hehehe. Tapi selain bebek, di sana menyediakan menu ayam dan sayuran juga.
Untuk yang menginginkan atau menyukai bebek, banyak olahannya.
Ada Bebek Bumbu Habang, Bebek Garang Asam, Bebek Gulai Kering, Bebek Goreng Klasik.

Menu di Raja Bebek
(Foto dari IG @rajabebekbengawan)


Semua menu berbagai macam olahan bebek, menurut saya pas di lidah, tapi kalau boleh memilih, saya lebih suka Bebek Gulai Kering. Tapi secara keseluruhan, bumbunya semua terasa. Ada lagi yang membuat saya tergugah menyantap semua menu di sana, yaitu sambalnya. Sambalnya terdiri  dua macam. Yang satu sambal dengan menggunakan kemiri dan kencur (kalau saya tidak salah menebak. Dan ini pedasnya dahsyat sekali menurut lidah saya) dan satu lagi  sambal terasi. Saya lebih menyukai sambal terasi, rasanya mantap banget. Seperti masih berasa di lidah saya rasa si sambal itu sampai saat ini. ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Menu yang saya pesan di Raja Bebek (Bebek Goreng Klasik). Dan itu penampakan sambal terasinya๐Ÿ˜


Selain menu berbahan utama Bebek, ada juga menu dengan bahan utama ayam. Olahannya Ayam Bakar dan Ayam Goreng. Menu sayuran pun ada, salah satunya yang menjadi ciri khas adalah Sayur warisan. Konon sayur warisan, yang terdiri dari daun singkong dan campuran ikan teri,  ini menggunakan bumbu/rempah-rempah resep dari orang tua jaman dahulu, salah satunya rempah cikur/kencur. Sayangnya saya tidak sempat mencobanya.

Sayur Warisan, menu di Raja Bebek
(Foto dari IG @rajabebekbengawan)


Oh iya untuk harga bebeknya berkisar Rp. 30.000-Rp. 35.000 /porsi.


Nah, buat yang ingin menikmati menu bebek dengan suasana homy, bisa mengunjungi Raja Bebek di JL. Bengawan no. 17, Cihapit, Bandung. ๐Ÿ˜‰



You Might Also Like

8 komentar

  1. Waaah, sebagai penggemar bebek goreng, kudu nyobain nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, cobain. *ngarep diajak๐Ÿ˜

      Delete
  2. Wah saya juga suka banget menu bebek. Hhmmm nyaam nyaamm :)

    ReplyDelete
  3. Lama nggak makan bebek. :'D Jadi pengeeeen

    ReplyDelete
  4. Wajib nyobain deh. :D Udah lama nggak berkuliner bebek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Bandung, silakan mampir aja Mbak ke sini๐Ÿ˜Š

      Delete

Flickr Images