Gold Star 360, Sensasi Makan Di Dalam Gua

Kreatifitas memang tidak ada habisnya bagi orang yang jeli terhadap peluang. Apalagi di Bandung, kota yang dikenal dengan kota wisata. Yang...

Kreatifitas memang tidak ada habisnya bagi orang yang jeli terhadap peluang. Apalagi di Bandung, kota yang dikenal dengan kota wisata. Yang mana hampir setiap weekend ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun luar kota.

Beberapa waktu lalu, saya menemukan lagi tempat makan yang memiliki tempat yang unik. Zaman sekarang, ketika seseorang ingin membuka usaha rumah makan atau restoran atau cafe, yang dipikirkan selain menunya adalah tempatnya. Viewnya, apakah instagramable atau tidak. Karena pengunjung pun tidak sekedar menikmati menu yang ada, tapi menikmati tempat dan pemandangan sekitarnya. Karena selfie, itu sudah menjadi kebutuhan yang pokok bagi manusia di mana pun berada. ๐Ÿ˜

Pertengahan bulan November, setelah mengantar kakak saya ke suatu tempat, dia minta dicarikan tempat makan yang enak. Enak di sini maksudnya selain menunya, juga tempatnya, ya. Hehehe.

Lalu kami browsing, mencari tempat yang tidak terlalu jauh. Kakak saya memburu waktu travel yang akan ditumpanginya menuju Serpong/Tangerang  karena mendapat jam keberangkatan travel pukul 15.30. Keburu lah kalau kami cari tempat makan dulu. Saat itu sekitar pukul 12 siang. Posisi kami berada di Surapati. Supaya tidak terlalu memakan waktu, kami putuskan untuk mengunjungi tempat makan yang tidak jauh dari situ. Dari hasil browsing, kami menemukan tempat makan Gold Star 360 atau Gold Star Sport and Resto. Lokasinya di sekitar Pasteur, tepatnya di JL. Dangdeur Indah No. 2B, Sarijadi, Bandung.

Gold Star Cave  di lantai 3

Kalau dilihat dari lokasinya, termasuk sulit untuk ditemukan. Karena letaknya masuk ke gang (tapi masih bisa dilalui kendaraan roda empat) dan bangunan bagian luarnya tidak nampak seperti sebuah resto. Malah lebih mirip sebuah stadion, tertutup. Kalau  lihat bagian depannya saja, hanya terlihat tempat parkiran mobil. Sayangnya, saat itu kami tidak kebagian parkir di dalam, jadi disarankan untuk parkir di luar.
Untuk menemukan lokasi Gold Star, patokannya adalah Kampus Maranatha. Kalau dari Pasteur, masuk ke Jalan Sumantri, gang menuju Gold Star sebelah kanan, jadi harus putar balik dulu.
Setelah berada di posisi berbalik, cari gang atau jalan Dangdeur Indah, di gangnya ada plat tulisan Amira. Nah, dari situ bisa temukan sebuah gedung yang dari kejauhan ada gambar siluet orang sedang berolahraga tenis di bagian dindingnya.

Begitu kami masuk, kami memilih ke lantai 5 terlebih dahulu. Tiap lantainya memang berbeda-beda tema. Di lantai 5 tempat makannya bernuansa Rooftop, lantai 3 bernuansa Gua, dan lantai 2 tempat olah raga.

Begitu berada di lantai 5, kami disambut sebuah meja billiard yang bisa disewakan. Tapi ada beberapa syarat yang harus dibaca terlebih dahulu. Misal: Jika meja rusak, bola hilang, stik-nya patah, bola terkena jendela, ada pergantian materi yang harus kita bayar. Kalau kata saya sih, kalau mau olahraga, ya lebih baik ke lantai 2 aja. ๐Ÿ˜

View di Rooftop lantai 5
Si kecil ikutan narsis๐Ÿ˜masih di lantai 5

Masih di Rooftop lantai 5
Maaf, kekalapan saya berselfie๐Ÿ˜„

Melihat view di lantai 5, kami mulai kalap untuk melakukan selfie. Tiap sudut dan penelusuran di lantai 5, sayang kalau dilewatkan untuk mengabadikannya.
Tapi kami tahu diri, sebelum melakukan "pemotretan", kami pesan makanan dulu.
Untungnya saat kami datang, tempatnya belum terlalu ramai, jadi bisa bebas memilih di mana kami akan duduk. Kami memilih di salah satu meja dekat jendela kaca besar yang viewnya kota Bandung dari atas. Jendela kaca besar itu tidak boleh dibuka, berbahaya jika ada yang iseng melompat.๐Ÿ˜
Selain itu, dari tempat kami duduk juga bisa melihat para pramusaji meracik minuman pesanan untuk para pengunjung. Karena di tengah-tengah ruangan, letak bar kecil sekaligus tempat pramusaji menyiapkan menu minuman. Sedangkan untuk dapur makanan terletak di lantai dasar.

Bar yang terletak di tengah-tengah ruangan lantai 5

Para pramusaji sedang meracik minuman


Sambil menunggu makanan siap, kami mengelilingi bagian lantai 5 itu.
Di bagian outdoor, terdapat banyak kursi dan meja untuk yang ingin memilih makan di situ. Tapi kalau gerimis/hujan, bubar semua. Hehe.
Tadinya kami ingin pindah meja di luar, tapi urung. Karena selain anginnya cukup kencang, gak lama kemudian hujan turun.

Out door di lantai 5

In door di lantai 5.
Meja Billiard yang terletak di bagian depan  masuk ke ruangan



Setelah menunggu beberapa lama makanan datang (waktu penyajian makanan lumayan lama, butuh kesabaran kalau kita niatnya ke situ karena sudah sangat lapar ๐Ÿ˜), akhirnya makanan tiba.
Taraaa, saatnya menyicipi makanan dan minumannya.

Menu yang ada di Golden Star memiliki tema Western Food dan Asian Food. Harga yang dilabeli di tiap makanannya berkisar antara 30.000-85.000, untuk minumannya berkisar antara 25.000-35.000.

Kami memilih tiga jenis makanan. Tapi menu yang rekomended di sini (menurut saran si pramusajinya) adalah Healthy Chicken, yaitu daging ayam yang disuwir-suwir dan bumbunya (menurut dugaan saya) menggunakan semacam bumbu bolognaise tapi dibuat lebih manis.  Penyajiannya diletakkan  di atas kentang goreng (French Fries) kemudian diberi topping keju Mozarella. Rasanya cukup unik, karena baru kali ini menemukan menu ayam yang penyajiannya seperti ini.
Tapi yang menarik lidah saya adalah tambahan salad sebagai garnish di bagian pinggir piringnya. Saladnya terasa segar. Yang hanya terdiri dari daun salada yang dipotong besar dan diberi campuran minyak zaitun dan perasan jeruk lemon.

Healthy Chicken


Chicken Steak

Beef Forestier



Pilihan menu kedua dan ketiga adalah Chicken Steak dan Beef Forestier. Rasa keduanya standar lah dengan rasa Chicken Steak dan Beef Forestier pada umumnya, yang membedakan ya itu tadi, salad yang ada di pinggiran piringnya sebagai garnish.

Selain makanan, kami memesan minuman juga. Ada banyak pilihan menu minuman di Gold star. Tapi sayangnya ada beberapa minuman yang ada di menu ternyata tidak tersedia.
Pilihan minuman yang kami pesan adalah Mango Star (jus mangga yang sedang kekinian, dengan campuran whippy cream), Kick off Ice (minuman coklat dengan garnish coklat yang mengering di pinggiran gelasnya), Oreo Milk Shake (minuman rasa vanila dengan campuran bubuk dan topping Oreo), dan Green Goldstar (minuman jus sayuran hijau. Ketika saya mencobanya, enak juga, seger).

Kick of Ice and Mango Star

Green Gold Star


Resto yang baru buka sekitar tiga bulan yang lalu ini termasuk rekomended untuk tempat hang out. Selain instagramable, tempatnya cukup luas di rooftop (lantai 5), cocok untuk acara ulang tahun, pernikahan, atau meeting.

Setelah selesai makan di lantai 5, kami sengaja mampir ke lantai 3. Yang diberi nama Gold Star Cave. Ruangan yang dibentuk mirip Gua. Lucu juga. Jadi di dalam ruangan berbentuk Gua itu ada kursi dan meja  untuk tempat makan. Ada lampu-lampu kecil untuk penerangannya. Dan terbagi lagi di dalamnya beberapa ruangan yang diberi nama dari bahasa Yunani. Ada Megalakkos, yang tempat makannya dengan cara lesehan. Ada juga Korydallos, nuansa Gua dengan konsep penjara.
Konon tempat ini terinspirasi dari Gua  Santorini di Yunani.

Pintu masuk ke Gold Star Cave di lantai 3

Bagian dalam Gua

Gua dengan nama Korydallos (Gua Penjara)

Setelah berselfie di Gold Star Cave, kami pulang. Tapi sebelumnya salat zuhur dahulu, karena waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Gak perlu jauh mencari tempat salat, di lantai bawah/dasar disediakan musola yang tidak besar tapi cukup untuk pengunjung muslim yang ingin melaksanakan kewajibannya.

Lantai dasar Gold Star 360.
Sebelah kiri musola, arah kanan tempat wudhu.

Tempat yang seperti kotak hitam besar itu, itu lah musolanya. 



Buat yang mau mampir ke Gold Star 360 bisa datang dari pukul 11.00-24.00. Senin sampai Minggu tetap buka.

Atau ada yang mau ngajak ketemuan sama saya di sini? Ih, mau banget. ๐Ÿ˜

You Might Also Like

1 komentar

  1. Seru ya mba konsepnya, bener berasa di dalam goa hehe. Makanannya juga cukup terjangkau :)

    ReplyDelete

Flickr Images