Arab Cuisine at The Food Opera

        Bulan Ramadhan sudah berjalan beberapa hari. Hal yang menyenangkan saat Ramadhan adalah berkumpul bersama keluarga saat berbuka pua...

        Bulan Ramadhan sudah berjalan beberapa hari. Hal yang menyenangkan saat Ramadhan adalah berkumpul bersama keluarga saat berbuka puasa. Tapi gak ada salahnya juga kalau sesekali kita berbuka puasa bersama teman atau kerabat.
        Seperti beberapa hari yang lalu, tepat di Ramadhan hari ketiga, saya bersama teman-teman blogger mengadakan acara berbuka puasa. Tempatnya diadakan di sebuah rumah makan bersuasana cafe dengan menu  makanan serba Timur Tengah.



        The Food Opera, itu adalah nama tempat di mana kami mengadakan acara berbuka puasa. Tempat yang dimiliki oleh Tina Wahyudi ini mengusung tema menu Arab Cuisine.  Saat kami ke sana, tempat ini belum dibuka secara umum. The Food Opera baru akan dibuka secara umum tanggal 21 Mei 2018, tepat di hari kelima Ramadhan, begitu yang dituturkan Bapak Reza Mahdi, Business Development Director dari The Food Opera.

Bapak Reza sedang menceritakan tentang
The Food Opera 


        Wah, suatu kehormatan bagi kami mendapat kesempatan untuk mencicipi menu-menu yang ada di sana sebelum pembukaan secara umum.
Pas banget kalau The Food Opera membuka usahanya di kota Bandung. Tahu sendiri kan Bandung itu dikenal dengan wisata kulinernya. Makanan apa coba yang gak ada di Bandung? Apalagi buka bertepatan dengan bulan Ramadhan. Dimana banyak orang mencari tempat untuk berbuka puasa bersama-sama.

Salah satu ruangan, begitu pertama kali masuk ke dalam The Food Opera

Tempat makan bergaya lesehan dengan alas permadani cantik dan dinding dengan latar
Timur Tengah


        Saya tiba di The Food Opera pukul 17.00. Begitu saya masuk ke bagian dalamnya, sudah terasa banget ketimur tengahannya. Pertama saya disambut dengan pramusaji yang semuanya berbalut kerudung bagi wanitanya dan berpeci ala aladin bagi prianya.
Mereka menyambut pengunjung dengan ucapan Assalamualaikum dan senyuman. Dan semua ruangan di dalamnya, dirancang sedemikian rupa seperti suasana Timur Tengah. Lampu hias besar yang menggantung di langit-langit, gambar mesjid dan gurun di dinding salah satu ruangan, dan dinding yang dibentuk seperti kubah di ruangan lain.
Ada juga ruangan khusus untuk pengunjung yang ingin lesehan dengan alas permadani kecil. Dan tentu saja ada mushola di bagian belakang area The Food Opera, yang sangat berdekatan dengan tempat wudhu.
        Kami menempati ruangan di mana background dindingnya berbentuk seperti kubah. Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa sofa dan meja. Ruangannya agak temaram dengan lampu berpijar kuning.
Sebelum azan maghrib berkumandang, kami disodori buku menu yang cukup besar dan artistik untuk memilih makanan apa yang akan kami pesan.  Hwaa, di situlah kami mulai kalap. Hahaha. Makanannya menggiurkan semua. Ingin rasanya semua kami pesan dan cicipi. Tapi kami tahu diri, lagi pula gak boleh kan ya makan berlebih-lebihan. 😁

Ruangan yang kami tempati


        Akhirnya kami memutuskan memesan menu yang berbeda-beda dan nanti saling mencicipi makanan setiap yang kami pesan bergantian. Hihi.
Oh iya, saat Ramadhan, pengunjung disajikan kurma terlebih dahulu untuk membatalkan puasa sebelum makanan yang dipesan datang.

Foto bersama salah satu pramusaji The Food Opera
(Credit by Evi Sri Rejeki)



MENU
        Apa aja sih menu yang disajikan di The Food Opera?
Karena The Food Opera mengusung tag line "Spesialis Kambing Bakar Arab", maka itu lah yang menjadi menu andalannya. Konon, para pengunjung The Food Opera di Pekanbaru (The Food Opera terlebih dahulu sudah buka di Pekanbaru) sering kehabisan menu tersebut sebelum jam operasional tutup. Dan kemarin saya juga tidak mencicipi menu andalannya. Hiks.
Waktu itu saya hanya memesan Nasi Biryani Kambing, Lychee Squash, dan Kobush Dajaj Mugalgal (Ayam Cincang).

Nasi Biryani Daging Kambing



        Nasi Biryani dari The Food Opera cukup bikin lidah saya gak berhenti mengunyah. Nasinya menggunakan beras basmati, beras import yang bentuknya panjang dan ramping.  Rasa rempah seperti cengkih, kayu manis, kapulaga, dan bumbu lainnya menyatu dalam setiap kunyahan. Membuat rasanya semakin khas ketimuran. Dan daging kambing bakarnya, empuuuk banget. Gak nyangka dengan tubuh saya yang kecil, habis juga dengan porsi (yang kata temen-temen lain) besar. Hmm, itu doyan apa laper, Bu? Hahaha. Selain Nasi Biryani, ada juga Nasi Kebuli dan Nasi Mandhi.
        Menu pilihan kedua saya adalah Kobush Ayam Cincang. Untuk Kobush Dajaj Mugalgal (Ayam Cincang) juga cukup bikin saya ketagihan, sampe saya memesannya lagi untuk dibawa pulang.
Kobush ini seperti kulit pizza yang lebih tipis diisi dengan cincangan daging ayam yang dibumbui rempah-rempah khas timur tengah dan bumbu kari. Apalagi ditambah sedikit ada rasa pedasnya, kayaknya gak cukup satu gigitan, deh. 😁
Tapi ada koreksi dikit, nih. Isian ayam cincangnya terasa sekali asinnya di lidah saya. Entah kalau lidah orang lain. Hehe. Untuk keseluruhan, Kobush Mugalgal bisa jadi salah satu pilihan menu di The Food Opera. 😉
        Pilihan minumannya saya pilih Lychee Squash. Karena saya ingin yang segar-segar saat berbuka dan suka banget dengan Lychee. Begitu diminum, tentu saja rasa minumannya rasa buah Lychee dengan diberi soda dan tambahan daun mint.
        Selain yang tadi saya pesan, saya juga ikut mencicipi pesanan teman-teman saya, seperti Salad Turki, Chocomaltin, dan Sup Kambing (Marakh Lamb).

Chocomaltin


Salata Turki/Salad Turki


Wah, kayaknya bakalan panjang kalau saya beberkan satu persatu menu yang ada di The Food Opera. Karena jumlah menu yang ada hampir mencapai 60 menu.

HARGA
        Untuk harga dengan makanan yang sebagian besar bahan-bahannya import, worth it banget lah.
Harga dibandrol mulai dari Rp. 35.000,-
Untuk detailnya bisa dilihat dari daftar menu yang saya lampirkan.










LOKASI
        Yang pasti lokasinya ada di Bandung. Tepatnya di JL. Gandapura No. 27. Bisa dicapai melalui JL. Riau, kemudian belok ke kanan tepat di taman pramuka (belok kanan jika arah datangnya dari sebelah barat.
        Lokasinya sangat strategis, karena di sepanjang jalan itu banyak terdapat tempat makan.  Sehingga banyak pilihan jika ingin makan bersama keluarga maupun kerabat. Dan The Food Opera bisa menjadi salah satu pilihan favorit anda. 😊
        Sama halnya seperti harapan Tina Wahyudi,  semoga The Food Opera bisa diterima oleh konsumen dan masyarakat kota Bandung serta masuk di dalam benak sebagai tujuan untuk berwisata kuliner. Aamiin.

Tampak depan The Food Opera
Credit by Sarah Gita


        Sebagai info saja, untuk launching promo, The Food Opera memberikan harga diskon 50% untuk semua menu yang ada di sana, dari tanggal 21 Mei-27 Mei 2018.
Yuk, tunggu apalagi! 😉

You Might Also Like

2 komentar

  1. wah ini keliatannya lezat banget, jadi laper hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekali2 kita ganti tempat nongkrongnya di sini, Tian. 😁

      Delete

Flickr Images