Sate Klatak Yang Fenomenal di Jogja

"Jangan lupa, cobain Sate Klataknya Pak Pong. Enak banget, lho!" "Wuiiih, makan di Sate Klatak Pak Pong nunggunya lama....



"Jangan lupa, cobain Sate Klataknya Pak Pong. Enak banget, lho!"
"Wuiiih, makan di Sate Klatak Pak Pong nunggunya lama. Bisa satu jam lebih."

Itu adalah beberapa testimoni orang yang sudah berkunjung ke Jogjakarta dan mencicipi Sate Klatak Pak Pong.
Dan tanggal 29 April 2018, saya dan keluarga kecil saya (suami dan tiga anak), melakukan #familytrip2018 untuk  mengunjungi kota Jogjakarta yang dulu dikenal dengan sebutan Kota Pelajar, kemudian beralih dengan sebutan Kota Gudeg. Entah nanti beberapa tahun kemudian, mungkin akan berubah menjadi Kota Klatak. ๐Ÿ˜
Testimoni orang-orang yang sudah berkunjung ke Sate Klatak Pak Pong itu memang ada benarnya juga. Rasanya enak dan ada masa di mana kami merasakan juga menunggu menu pesanan kami datang hingga satu jam lebih.
Waktu itu kami tiba di Jogja sekitar pukul 08.00. Kami berangkat dari Bandung tanggal 28 April 2018 pukul 3.30 dini hari dengan mengendarai kendaraan pribadi. Mampir dulu di Petanahan, Kebumen, dan menginap di rumah kakak saya semalam. Besoknya, tanggal 29 April 2018, sekitar pukul 06.00 kami berangkat menuju Jogjakarta. Perjalanan hanya ditempuh dua jam lebih. Jarak antara Petanahan/Kebumen memang tidak jauh. Jalannya pun tidak sulit. Jadi waktu yang ditempuh cukup lancar.
Setiba di Jogja, karena hotel yang sudah dibooking suami belum bisa chek in, akhirnya kami mampir terlebih dahulu ke Sate Klatak Pak Pong untuk sarapan.
Sate Klatak Pak Pong buka pukul 09.00. Waktu itu kami sudah di sana sekitar pukul 9.30. Kami memilih tempat lesehan di mana pun kami suka. Karena waktu itu masih segelintir orang yang datang dan kursi/lesehannya masih banyak yang kosong. Iya, saya pikir kami saja yang datang kepagian, ternyata sudah ada yang datang dan menyantap makanannya.

Beberapa menu yang ada di Sate Klatak Pak Pong


Menu dan Harga
Mbak pelayan datang menemui meja kami dengan membawa catatan menu sekaligus kertas untuk mencatat pesanan.
Mbak pelayan mencatat setiap menu yang kami sebutkan. Oh ya, di Sate Klathak Pak Pong ini bahan bakunya menggunakan daging kambing semua.

Dan ini menu makanan yang kami pesan:
-Tongseng daging.
Tongseng daging ini rasanya gurih manis dan dagingnya sangat lembut/empuk digigit. Anak saya yang tengah sangat suka menu yang satu ini.
Harga: Rp. 23.000/porsi

Tongseng Daging Kambing Pak Pong


-Sate Manis.
Ini bentuknya sate daging kambing dengan rasa manis yang disajikan tanpa menggunakan tusukan. Dan ada tambahan potongan kol dan tomat.
Harga: Rp. 23.000/porsi

Sate Manis Pak Pong


-Sate Klatak.
Nah, ini adalah primadona menu di sini.  Rasanya gurih dan tusukannya menggunakan jeruji ban sepeda. Menu inilah yang menjadikan terciptanya nama warung Klatak. Karena saat dibakar, konon keluar suara klatak dari jeruji besi tusukannya. Satu porsi terdiri dari dua tusuk saja.
Harga: Rp. 23.000/porsi

Sate Klatak Pak Pong


-Tongseng kepala.
Bah! Ini rasanya mantep kali. ๐Ÿ˜
Tongseng ini di daftar menu cukup disebut tongseng kepala, tapi sebenarnya isinya terdiri dari kulit, lidah, dan daging bagian kepala. Jangan ditanya rasanya. Pokoknya, mantep poll! ๐Ÿ˜
Harga: Rp. 28.000/porsi

Tongseng Kepala. Isi terdiri dari daging bagian Kepala, Kulit dan Lidah


-Nasi Goreng.
Kalau menurut saya nasi goreng rasanya biasa saja. Ya sama lah dengan nasi goreng lainnya. Tidak ada ciri khas di rasanya. Hanya ditambahkan dengan potongan daging kambing di dalamnya. Menu ini dipilih oleh si sulung.
Harga: Rp. 26.000

-Nasi putih. 
Hei, jangan coba-coba memesan nasi putih hanya sepiring. Gak akan cukup. Hehe. Sepiring nasi putih hanya seuprit. Gak sepadan dengan lauknya yang bikin kita pengen nambah lagi. Minimal pesan 2 piring nasi lah  per orang. Atau sekalian satu bakul rame-rame. Kalau kurang, bisa tambah lagi. ๐Ÿ˜
Harga: Rp. 4.000/porsi

Menu lain yang tidak kami pilih adalah Tengkleng, Kicik, dan Tongseng Otak.

Setelah memberikan menu yang kami pilih, kami menunggu pesanan  datang. Dan kami siap jika pesanan itu datang satu jam lebih seperti apa yang dikatakan orang-orang tentang salah satu ciri khas Sate Klatak ini. Ternyata dugaan kami salah. Sekitar lima belas menit, pesanan kami sudah siap beserta minumannya. Dan, kami tidak merasakan apa yang mereka bilang tentang menunggu berjam-jam. Baiklah, ini namanya rezeki keluarga soleh. Hahaha.

Lokasi
Sate Klatak Pak Pong terletak di JL. Immogiri Timur km 10, Wonokromo,  Bantul, Jogjakarta.
Kalau berangkat dari Bandung melewati jalan selatan, maka sate klatak ini akan terlebih dahulu dilewati sebelum memasuki Kota Jogja.
Jl. Immogiri Timur ini disusuri oleh Jl. Immogiri Barat, kemudian belok kanan jika dari arah Bandung. Sedangkan kalau dari arah Kota Jogja, menyusuri Jl. Immogiri Barat, kemudian belok kiri masuk ke Jl. Immogiri Timur.
Nah, di situ ada beberapa yang menjajakan Sate Klatak, tapi yang ramai dikunjungi hanya Sate Klatak Pak Pong.
Karena ramai, Sate Klatak Pak Pong memiliki dua tempat berseberangan. Untuk mengantisipasi pengunjung yang membludak. Area parkir juga cukup luas. Tak ada kendala jika kita membawa kendaraan roda empat.

Proses pembakaran Sate Klatak Pak Pong


Sate Klatak Pak Pong ini memang terasa enak di lidah saya dan keluarga. Gak heran, dua hari berada di Jogja, dua hari berturut-turut kami mampir makan di sana. Kedua kalinya kami datang saat makan malam. Kami pasrah seandainya harus menunggu lama.

Suasana malam hari di Sate Klatak Pak Pong


Ternyata saat malam memang ramai sekali. Meja/lesehan pun harus booking dulu. Tapi, Alhamdulillah, gak lama kami dapat meja kosong. Bukan lesehan. Padahal sebenarnya saya lebih suka lesehan. Apalagi ada batita yang gak bisa diam kalau harus duduk di kursi.
Ya, sudah terima aja๐Ÿ˜
Setelah mendapat tempat, mbak pelayan datang dan memberitahu kalau kami harus menunggu pesanan kira-kira satu sampai satu setengah jam. Awalnya saya ragu. Satu jam, lho. Ada batita juga. Pasti rewel kalau harus menunggu selama itu.
Tapi akhirnya kami memilih untuk menunggu. Kapan lagi makan Sate Klatak Pak Pong dengan sensasi yg fenomenal, menunggu berjam-jam, seperti yang orang-orang bilang? Hehe.

Saat Menunggu Pesanan Selama Satu Jam Lebih di Sate Klatak Pak Pong


Penantian pesanan kami berjalan lancar, si kecil tidak rewel karena ada ayunan untuk bermain yang bisa sedikit mengobati kejenuhannya.
Diantara waktu penantian pesanan, kami mendapat tempat lesehan kosong dari pengunjung yang selesai terlebih dahulu. Aah, lagi-lagi ini adalah rezeki keluarga soleh. Wakakak.
Setelah satu jam lebih menunggu, akhirnya pesanan kami datang. Saya dan keluarga pun mulai menyantap. Makan di tempat yang sama dua hari berturut-turut. Dan sama pula nikmat yang kami rasakan saat pertama menyantap Sate Klatak Pak Pong kemarin.
Mantap poll! ๐Ÿ˜‰

Oh iya, untuk pembayaran setelah makan, usahakan cek kembali apa saja yang kita pesan. Biasanya untuk tambahan pesanan, tidak tercatat oleh pelayannya. Jadi biasanya tidak terhitung oleh bagian kasir. Ya itu sih tergantung kejujuran kita sebagai pembeli. Kalau saya sih dari pada tidak barokah dengan apa yang saya makan, lebih baik cek dan katakan apa saja makanan yang kita pesan. ๐Ÿ˜‰


You Might Also Like

24 komentar

  1. Waktu kami ke sana, kompak setuju rasanya biasa saja. Wkwkwk. Kurang greget dengan proses menunggunya. Tapi worth it dicoba meski bakmi jiwo paling mantap! Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, beda selera kali. Karena aku suka daging kambing, apalagi itu tongseng kulit dan lidahnya suka banget๐Ÿ˜

      Delete
  2. Duh jadi pengen kulineran lagi di Jogja deh๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku juga kurang lama nih muter2 jogja๐Ÿ˜

      Delete
  3. kemaren waktu sha ke jogja, nyari sate klathak ga ketemu hehe

    btw, sodara sha juga di kebumen teh. Sering ke pertanahan terus ke pantai hehe sodaa sha di daerah puring :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alamatnya emang agak2 njelimet, Sha. ๐Ÿ˜
      Kakakku petanahannya deket kecamatan.๐Ÿ˜Š

      Delete
  4. Sepintas kayak sate katak ..jadi kaget wkwkwkwk.... pengen nyoba deh, karena suka sama daging kambing :)

    ReplyDelete
  5. Sate Klatak menjadi inceran kalo ke jogja selain gudeg, aku sukaa tongsengnyaa, satenyaa, semuanyaa. Kalo masalah rasa sih selera yaa. Yang jelas, makanan khas jawa yg manis, makanan aku banget hahahah

    ReplyDelete
  6. Baru tau nih teh ada sate klatak, mudah mudahan bisa nyoba kulineran disana nanti pas ke Yogya lagi.. salam kenal ya, Teh ๐Ÿ™‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam kenal juga, mbak Sri Al Hidayati๐Ÿ˜Š

      Delete
  7. Makanannya enak2 banget menggugah selera, cuma kepikiran takut kolesterol teh, meskipun ga punya sih tetep aja kepikiran :( baru tau g pke bumbu kacang ternyata ya satenya, kalo ke jogja lagi mesti mampir sini nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, siakan mbak Malia mampir kalau ke Jogja๐Ÿ˜Š

      Delete
  8. Pagi-pagi lihat foto sate klathak bikin ngiler, *gigit tahu goreng*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awas Uwien, jangan salah gigit cengeknya๐Ÿ˜

      Delete
  9. Waduuuuh mupeng jadi kangen Jogjaa ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari mari kita ke jogja, Nes๐Ÿ˜

      Delete
  10. Pastinya seru ya, Teh, makan sate klatak. Sate yang ditusuk dengan jari-jari roda sepeda hehehe. Yummy! Jadi ngeces deh pengen nyobain ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya, Bang Aswi. Tapi jangan ngebayangin jari2 yg masih kena oli ya, Bang. ๐Ÿ˜

      Delete
  11. baru tau sate klatak ditusuk pake jeruji sepeda isinya dikit banget ya teh tp harganya mayan wkwk klo ke tempat sate aku jg favorit tongseng next klo ke jogya mampir sini ah ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan, Teh Herva, mampir๐Ÿ˜

      Delete
  12. fenomenal banget dah nih sate pak pong
    sering banget diliput, acara kuliner TV dan Youtuber

    ReplyDelete
  13. Klatak, teh, klatak. Hahaha.
    Sok cobian, Teh๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  14. tongsengnya memang top๐Ÿ˜

    ReplyDelete

Flickr Images