Alergi Tetap Berprestasi

Saya adalah ibu dari tiga anak. Yang saat mereka lahir saya seorang ibu tidak bekerja atau di rumah saja. Jadi untuk memberikan ASI eksklus...

Saya adalah ibu dari tiga anak. Yang saat mereka lahir saya seorang ibu tidak bekerja atau di rumah saja. Jadi untuk memberikan ASI eksklusif secara langsung itu peluangnya besar. Dan Alhamdulillah ketiganya mendapat ASI eksklusif, tidak hanya sampai 6 bulan, tapi 2 tahun. Bahkan sekarang ini saya masih menyandang status busui untuk anak usia 1,5 tahun, anak ketiga saya. Hehehe.

Ternyata meski sebagai ibu tidak bekerja, bukan berarti saya tidak mengalami kesulitan dalam memberikan ASI. Apalagi waktu saya melahirkan anak pertama. ASI memang keluar saat itu, tapi gak tahu kenapa si bayi seperti belum puas atau kurang, sehingga menangis terus. Dilepas dari puting, dia bangun. Saya mengira sudah terlelap, ternyata belum. Seperti tidak kenyang-kenyang. Nah, hal itu kadang bikin ibu jadi bingung, baby blues, bahkan bisa sampai stress. Untungnya saya masih bisa mengatasinya. Walau ada sedikit baby bluesnya juga. Hehe

Beda lagi dengan cerita anak kedua. Anak saya yang kedua ini lahir sekitar 8 tahun lalu. Dan dia adalah  satu dari tiga anak saya yang gampang sekali naik berat badanya tiap bulannya saat ia masih bayi.  Tapi ada hal yang bikin saya cemas. Pada usia kira-kira lima bulan, di dahinya muncul bentol-bentol dan gatal. Sebagai ibu, tentu saya sangat khawatir. Karena indikasi tertular dari lingkungan sekitar itu kecil sekali, sebab saat itu tidak ada anggota keluarga lain yang mengalami sakit kulit.
Usut punya usut, ternyata hal itu bisa dikarenakan si bayi alergi. Tapi bukannya anak saya belum mengonsumsi apa pun selain ASI? Lalu kenapa dia bisa alergi?

ASI memang tidak bisa menyebabkan alergi. Tetapi,  apa yang ibu makan sehari-hari dapat tersalurkan ke dalam ASI sehingga dapat memicu gejala alergi pada anak. Asupan makanan ibu yang bisa memacu alergi seperti banyak mengandung protein susu, misalnya dari susu atau produk turunan susu lainnya (keju, yogurt, butter, dst).

Alergi pada bayi ASI ini biasanya ditandai dengan sakit perut atau perut kembung, mencret, dan ruam di sekitar mulut atau bagian kulit lainnya.
Selain susu, makanan lain seperti ikan, udang, kacang-kacangan juga bisa menjadi penyebab bayi alergi terhadap kandungan ASI. Gejala biasanya muncul setelah 2 sampai 6 jam ibu makan makanan tersebut dan memberikan ASI kepada bayinya.
Jadi solusi bayi ASI agar tidak alergi lagi adalah ibu menghindari makan-makanan yang memicu timbulnya alergi pada bayi.
Saya pun demikian. Begitu tahu anak saya alergi karena asupan makanan yang saya makan, maka saya lebih hati-hati lagi dalam memilih makanan. Tapi yang namanya ibu menyusui bawaanya lapar terus, jadi apa saja di makan. Jadi boleh lah curi-curi sedikit makanan yang mengandung protein susu atau sea food. ๐Ÿ˜

Hampers dari Morinaga Platinum yang berisi susu Morinaga Chilkid Soya, Chilschool Soya, dan  Bag Animal lucu 


Lalu bagaimana dengan bayi yang asupan makannya hanya didapat dari  susu formula sapi tetapi alergi terhadap susu sapi?
Sebenarnya alergi bayi pada susu sapi itu ada beberapa macam, diantaranya:

  • Alergi pada makanan lain yang biasanya mulai berkembang sesudah alergi susu muncul.
  • Adanya riwayat alergi di keluarga, misalnya hay fever atau rhinitis, asma, dan eksim.
  • Anak-anak lebih umum menderita reaksi alergi yang biasanya akan membaik setelah sistem pencernaan berkembang seiring anak bertumbuh dewasa.
  • Anak yang menderita dermatitis atopik, yaitu peradangan kulit kronis.



Kali ini saya akan membahas tentang alergi dermatitis atopik. Karena kebetulan di bulan Mei tahun ini Morinaga, sebagai salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, mengadakan acara "Morinaga National Parenting Seminar 2018" di Jakarta.  
Acara ini sebagai program edukasi tahunan untuk meningkatkan pemahaman bunda akan alergi dan penyakit lainnya yang terkait dalam rangka World Allergi Week 2018 serta menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melalukan diagnosa dan tindakan pencegahan. Begitu seperti yang dijelaskan Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals. 
World Allergy Week merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO) dengan fokus topik dunia tahun 2018 ini adalah Dermatitis Atopik atau Eksim. 

Dermatitis Atopik merupakan penyakit radang kulit yang tidak menular dan bisa kambuh secara berkala, tapi juga bisa mencapai titik kronis. Umumnya, episode pertama terjadi sebelum Si Kecil berusia 1 tahun, yang selanjutnya bisa hilang dan timbul kembali. Prevalensi jenis kulit Dermatitis Atopik pada anak diperkirakan mencapai 10%-20%, sementara pada orang dewasa sekitar 1%-3%. 

Penyebab Dermatitis Atopik masih belum dapat seluruhnya dikenali dengan pasti, namun 50% penyebabnya berasal dari faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sekitar yang terlalu kering, bahan pencetus iritasi kulit seperti jenis sabun atau deterjen tertentu, debu, rumput serta serbuk dari tumbuhan berbunga (pollen), sementara 50% penyebab lainnya dicetuskan oleh makanan. Ada 8 makanan utama yang dianggap bisa mencetus alergi atau yang umumnya dikenal sebagai The Big 8, yaitu, susu, telur, ikan , jenis makanan laut tertentu seperti udang misalnya, gandum, kacang tanah, kacang kedelai serta kacang pohon seperti, walnut, almond, hazelnut, cashew dan pistachio.



“Susu atau alergen protein susu sapi, menjadi salah satu pencetus paling umum di dunia dengan angka kejadian yang mencapai 2 hingga 7.5% yang mana 0.5% terjadi pada Si Kecil yang masih mendapatkan ASI eksklusif. Salah satu pencegahan alergi terhadap makanan bisa dilakukan dengan memperkenalkan berbagai jenis makanan sedini mungkin, memberikan ASI secara eksklusif, atau jika bunda tidak dapat memberikan ASI, anak dapat diberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus seperti susu dengan protein terhidrolisat parsial,” jelas Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI

Selain mengadakan seminar tiap tahunnya, kontribusi lain dari Morinaga terhadap anak yang alergi terhadap susu sapi adalah dengan memiliki program tetap yaitu Morinaga Allergy Solution yang merupakan solusi alergi untuk Si Kecil melalui sinergi nutrisi yang tepat, hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang
Morinaga Allergy Solution terdiri dari tiga keunggulan, yaitu: 
  • Yang pertama adalah solusi nutrisi untuk mencegah alergi dan mengatasi alergi susu sapi. 
  • Yang kedua adalah tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun. 
  • Yang ketiga adalah sinergi nutrisi yang tepat dan mencakup Brain Care, Body Defense dan Body Growth.

Semua tahu dan menurut hasil survey terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak usia antara 1-3 tahun yang alergi susu sapi, 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan ChilKid Soya sebagai solusi terbaik alergi. 
Artinya, Morinaga ChilKid Soya sesuai untuk konsumsi Si Kecil yang alergi dan memiliki nutrisi yang diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang Si Kecil,” jelas Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals.

Kebayang ya kalau anak menderita alergi Dermatitis Atopik. Rasanya sulit untuk melakukan sesuatu. Terhambat oleh nutrisi yang kurang karena kemungkinan alergi disebabkan oleh susu sapi. Sedangkan salah satu nutrisi yang diperlukan oleh anak adalah susu.

Picture by Instagram @morinagaplatinum


Oleh karena itu, untuk memperluas pengetahuan bunda tentang alergi susu sapi pada si kecil,  Program Parenting Seminar skala nasional persembahan Kalbe Nutritional akan dijalankan di banyak Rumah Sakit di 5 kota besar di Indonesia, sebagai program edukasi yang akan membahas fakta mengenai alergi, penyakit lainnya yang terkait secara cara penanganan dan pencegahannya. 
Program Bunda Morinaga ini juga memiliki inisiatif lain dengan melengkapi fitur pada website www.cekalergi.com, melalui konsultasi dengan dokter, diinisiatif lainnya diadakan oleh Morinaga, antara lain dengan melengkapi fitur pada website www.cekalergi.com, melalui konsultasi dengan dokter. 
Situs tersebut sangat memudahkan para bunda dalam menggali informasi mengenai alergi . Sama halnya seperti yang diungkapkan Astrid Tiar, artis, pengguna Morinaga ChilKidSoya. Karena kebetulan anaknya memiliki alergi pada susu sapi. 

Nah, buat para bunda, jangan khawatir dengan anak yang memiliki alergi susu sapi. Jangan takut anak akan kekurangan nutrisi hanya karena tidak bisa mengonsumsi susu sapi. Dengan Morinaga Chilkid Soya, jadikan anak Alergi Tetap Berprestasi. Dan jadilah seperti 9 dari 10 ibu yang merasa puas menggunakan dan merekomendasikan Chilkid Soya sebagai solusi alergi terbaik. 


You Might Also Like

1 komentar

  1. banyak anak2 yang memang alergi susu. Bagus banget ya teh, bisa jadi solusi untuk pemenuhan gizi mengingat susu itu penting banget buat tulang :)

    ReplyDelete

Flickr Images