Manajemen Usaha Makanan Untuk IRT

Assalamualaikum. Pikir-pikir, sudah hampir sebulan saya gak posting blog. Sebenernya banyak tema yang ingin saya tulis.  Tapi ya gitu b...

Assalamualaikum.

Pikir-pikir, sudah hampir sebulan saya gak posting blog. Sebenernya banyak tema yang ingin saya tulis.  Tapi ya gitu bingung mulai dari mana dan nentuin waktunya. Kalau boleh dibilang sibuk, ya sibuk. Karena saat ini saya nambah kesibukan baru dengan membuka kedai makan secara offline (di rumah) mau pun online. 
Duh, apa gak repot? Padahal kan online shop kaos masih berjalan? Hehehe, begitu lah. Alhamdulillahnya, semua masih bisa kepegang. Meskipun saya masih punya satu batita yang kelakuannya di usia segitu kadang ajaib. 😁
Nah, itu juga komentar yang sering mampir di telinga saya. 

"Ih, bisaan. Punya anak kecil tapi masih bisa direpotin sama segala macem. Ya masak, jualan, arisan, kadang nganter anak." 

Dengar komentar itu saya pun jadi terkejut dan terheran-heran (eh, kok jadi nyanyi🤭),  kemudian menggumam sendiri, 

"Iya, ya. Kok bisa ya saya kerjain semua dengan kondisi saya sekarang?" Hahaha.

Bisa aja kok kalau semua itu kita kerjakan dengan ikhlas. Jalani saja semaksimal/sebisa mungkin, kurangi mengeluh, niscaya hasilnya pun akan mengikuti. Selain itu perlu dukungan orang-orang terdekat juga, dalam hal ini suami. 
Tapi gak semata-mata kita jalani begitu saja. Perlu konsep juga dalam melakukan semua itu kalau ingin semua berjalan selaras. Setidaknya punya catatan harian/agenda. Catat apa saja yang ingin kita kerjakan hari ini dan esok. 

Dan kalau dilihat, Ibu Rumah Tangga untuk zaman sekarang tidak hanya mengurus anak, masak, mencuci, atau membersihkan rumah. Banyak Ibu Rumah Tangga yang meskipun di rumah saja tapi ingin memiliki potensi atau penghasilan sendiri. Kenapa mereka memilih mendapat penghasilan dari rumah? Karena walau bagaimana pun, perempuan itu tidak ingin jauh dari anak-anak/keluarganya (kalau saya begitu, gak tahu kalau emak-emak yang lain😁)

Lalu apa saja sih yang perlu dilakukan agar semua bisa berjalan dengan baik, apalagi untuk IRT yang kerjaannya sudah bejibun dan gak berhenti-berhenti tapi masih mau menambah kerjaan lagi dengan punya usaha (salah satu tujuannya ingin membantu suami untuk menambah penghasilan)?

Saya akan menuliskan apa saja yang dibutuhkan Ibu Rumah Tangga yang ingin menambah penghasilan dari rumah.  Dalam hal ini adalah manajemen usaha makanan. Poin-poin ini saya dapatkan dari kelas WA grup yang membahas tentang Manajemen Usaha Makanan.



  1. Manajemen Waktu. Kalau kita ingin memulai usaha, yang perlu kita kuasai pertama adalah manajemen waktu. Karena menurut saya ini adalah hal yang paling sulit. Dibutuhkan kedisiplinan dan kemampuan leadership, yaitu kemampuan mengendalikan diri dan mempengaruhi orang lain. Harus komitmen dengan waktu yang sudah kita tentukan. Misal, jam sekian harus membuat produk yang akan kita jual untuk stok. Kalau seandainya jam sekian mangkir mengerjakan karena sesuatu hal, ya udah lewat. Gak usah ganti cari waktu yang lain di hari yang sama. Bisa berantakan semua jadwal. Tapi keesokan harinya harus diganti di waktu yang sama pekerjaan yang terlewati itu. 
  2. Membuat Agenda Harian
    Catat setiap kegiatan yang akan dilakukan yang kira-kira kita mampu, sesuaikan dengan kondisi. Tapi kan kadang-kadang kita sudah buat agenda harian, tapi masih suka melenceng dari jadwal yang sudah ditentukan. Gimana, tuh? Hehe. Itulah tadi, kuncinya harus disiplin dan komitmen.  
  3. Menentukan Produk Yang Akan Dijual  Nah,tentukan produk apa yang ingin kita jual. Dalam memilih produk yang akan kita jual, Ada hal yang harus dilakukan. Yaitu survey kebutuhan pasar. Misal, siapa target yang akan  dijadikan konsumen. Mahasiswa, ibu rumah tangga, atau orang kantoran? Lalu dilihat juga kondisi kita. Peralatan apa saja yang kita punya. Sebisa mungkin meminimalkan pengeluaran modal untuk membeli perlatan baru yang harganya melebihi budget yang ada. Misal, target pasarnya adalah Ibu Rumah Tangga dan produk yang akan kita jual makanan yang gak jauh dari makanan yang dibutuhkan ibu-ibu itu.



Di sini saya mau  mencoba untuk memberikan beberapa jenis makanan yang bisa dijadikan pilihan usaha makanan oleh para Ibu Rumah Tangga. Makanan ini bisa dijajakan secara online atau pun offline di sekitar lingkungan tempat tinggal/komplek. 
  1. Frozen Food. Frozen Food adalah jenis makanan beku yang bisa dimasak kapan pun kita mau. Biasanya ibu-ibu sering menyetok makanan jenis ini di freezer untuk anak-anak atau keluarganya.  Frozen Food juga memiliki macam jenis, diantaranya: Nugget Ayam/Ikan, Kaki Naga, Ebi Furai, atau Shrimp Roll. Untuk membuat Frozen Food, bahan dan peralatan yang dibutuhkan juga gak banyak.  Hanya butuh kukusan dan blender untuk menghaluskan daging. Kukusan insya Allah semua ada ya di rumah. Begitu juga blender. Kalau pun gak ada, bisa numpang giling daging di pasar dengan upah lima ribu sekali giling. Dan untuk penyimpanan juga bisa di freezer kulkas rumahan. 
  2. Makanan Keringan. Makanan Keringan adalah jenis makanan kering yang tahan lama untuk disimpan Dan bisa dijadikan lauk makan. Kalau makanan keringan kayak gini, kebanyakan ibu-ibunya yang suka nyetok. Hehehe. Tapi gak sesikit juga anak-anak atau keluarganya ada yang suka. Jenis makanan kering yang bisa dijadikan bakulan/usaha diantaranya: Kering Kentang (atau lebih dikenal mustopa kalau di Bandung), Abon Ayam/Sapi, Kering Tempe, atau Basreng (Baso Goreng). Makanan kering ini lebih hemat lagi untuk kebutuhan bahan dan peralatannya. Bahan-bahannya mudah didapatkan di pasar, sedangkan untuk peralatannya hanya butuh wajan dan pisau untuk memotong. Hehehe. Untuk penyimpanan hanya di plastik Dan disimpan dalam toples kedap udara. 

Shrimp Roll, salah satu jenis makanan Frozen Food


Ebi Furai, juga salah satu jenis makanan Frozen Food


Kering Kentang/Mustopa, makanan keringan yang juga bisa dijadikan menu untuk bakulan



Gimana, Mak? Udah ada keinginan untuk nambah penghasilan dengan bakulan makanan dari rumah? 😁
Lalu bagaimana dengan resep? Sekarang ini cukup banyak kan ya resep-resep makanan dishare di medsos. Tinggal kita berani untuk mengolah dan bereksperimen kira-kira resep mana yang akan  dicoba untuk dijadikan resep andalan bakulan. Atau bisa juga dengan mengikuti kursus masak online/offline terlebih dahulu, yang biayanya terjangkau.
No excuse ya, Mak, kalau ingin lebih maju. Karena kebutuhan zaman sekarang gak cuma modal gaya aja, kelihaian untuk mendapatkan peluang usaha juga diperlukan banget. Iya apa iya? Hehehe.

Ok, Mak. See you.
Next time, saya bakalan share beberapa resep recommended yang bisa dijadiin bakulan. Insya Allah. *Luuuvh😘😘

You Might Also Like

26 komentar

  1. Dulu sempat jualan makanan jg, tp sekarang punya bayi jd berhenti dulu... Nyetok makanannya beli dari temen2 aja hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama aja, Teh, mau produksi sendiri atau ambil dari orang lain. Riweuhnya sama kalau buka usaha mah. Hehehe

      Delete
  2. Wah.. Teteh idolaku, masyaAllah. Kalau diriku masih belum pede nih jual masakan sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah, Teteh. Jadi terharu dibilang idola😍😍😘

      Delete
  3. aku juga pengen banget nih kalo udh nikah nanti bisa di rumah tapi bisa dapet penghasilan juga, kayaknya harus latihan dari sekarang nih baut coba2 usaha rumahan hehe.. Makasih sharingnya Teh :)

    ReplyDelete
  4. Masya Allah teteh makasih kiatnya. Bener ya kalau udah bikin perencanaan di awal tuh malah banyak ngelakuin banyak hal. Klo ga prepare dl banyak waktu yg terbuang krn ga tau prioritas.

    Aduh itu foto ebi furainya kece bangeeeet ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Jah. Semua harus dipalnning dg baik. Kalau gak, berantakan deh😁

      Ebi furainya udah ke mana tau, tuh😂

      Delete
  5. Keren Teteh, makasih sharingnya ya saya juga berencana pengen buka cafe atau kedai kopi depan rumah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, buka.Apalagi nanti cafenya di desain dg lukisan sendiri.mantap, tuh😍

      Delete
  6. ih aku banget tuh, banyak ide nulis tapi paragraf awalnya ngga nemu :D

    eniwei baswei IRT nyambi jadi entrepreuneur itu kece banget #jempol

    ReplyDelete
  7. Manajemen waktu itu, Teh aku yang bermasalah huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua sama ya, Evi. Masalah waktu masih amburadul😁

      Delete
  8. Hahahaha iya bener banget buuuk sekarang butuh banget keahlian gaya mah nomor sekian. Hihihi

    ReplyDelete
  9. Selalu seneng kalau lihat yang jago masak gini hehe

    ReplyDelete
  10. MasyaAllah teh, inspiring banget niy, aku pun ingin punya usaha sampingan gini teh, semoga yang selama ini hanya berupa wacana mulai bisa aku wujudkan..aamiin

    ReplyDelete
  11. Pengeen banget nambah penghasilan dari rumah. Wacananya emang maunya gini teh cuma apalah semuanya hanya wacana ga action mulu ya bakalan ga tau dong hasilnya gmana. Huhu semangaat mencoba

    ReplyDelete
  12. bener banget ini tips2nya... pas banget buat emak2 doyan nyetok kayak aku hihihi

    ReplyDelete
  13. teeeh, tengkyu for sharing this! Aku lagi menjumpai kondisi yg sama, dan sedang merintis untuk usaha makanan kering kayak mustofa itu. Doakan bisa berjalan ya teh, karena bener banget semakin excuse, semakin jauh kita dari peluang usaha itu.

    ReplyDelete
  14. Duh, Teteh keren. Aku baru punya bayi satu aja udah ribet pengen tetep ngeblog, heu... Pengen sih punya usaha makanan, tapi aku blm pinter masak2 hehe

    ReplyDelete
  15. wow sungguh ide yang menarik ya teh

    ReplyDelete
  16. wah makasih tteh sharingnya, bisa buat jadi refrensi bisnis aku kedepannya

    ReplyDelete
  17. Tipsnya berguna banget nih teh buat Yang mau jualan makanan. Aku juga ada rencana sih, tapi masih digodog. Hehe.

    ReplyDelete

Flickr Images