Personal Branding Dan Etika Blogger

Assalamualaikum, Satu minggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 Maret 2019, saya menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh Katarasa Even...




Assalamualaikum,
Satu minggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 Maret 2019, saya menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh Katarasa Event di Coffee Tofee, Gasibu, Bandung. Konon, acara yang bertajuk TENTUKAN POSISIMU dengan mengkaji tentang Personal Branding Dan Etika Blogger ini, adalah acara perdananya. Uwow, acara pertama tapi temanya keren banget. Makanya saya sempetin untuk ikut acara ini. Meski harus prepare jauh-jauh hari dengan izin dari suami dan sekalian nitip si kecil . Hehehe.
Begitulah nasib mamak yang masih punya anak balita, apalagi si anak nempeeel terus kayak perangko. Tapi untungnya suami mengizinkan dan bersedia "dititipin" si kecil.
Dan ketika hari H-nya tiba, ternyata gak sesimple itu, Gaess.
Si kecil nangis begitu saya keluar mobil menuju Coffee Tofee. Tapi saya tetap melaju ke tempat acara. *Owh, saya merasa seperti ibu tiri di serial Cinderella saat itu. Kejam😧
Dan katanya, sepanjang jalan pulang dia menangis. Sampai akhirnya terdiam karena dijanjikan beli es krim. Hahaha.
Dilema juga, sih. Tapi gimana, dong, mamak butuh ilmu dan penyegaran ketemu teman-teman secara langsung. Biar hidup mamak gak monoton. Xixixi.
---------------
Baiklah, lanjut ke acara yang saya hadiri beberapa waktu lalu.
Ngomong-ngomong, suasana tempat acaranya, Coffee Tofee, nyaman banget. Begitu masuk ke dalamnya, langsung disuguhi pemandangan bar kecil untuk memesan menu yang tersaji di situ. Dan di sekitarnya ada kursi-kursi kayu yang tertata rapi untuk empat orang tiap mejanya. Adem banget begitu berada di dalamnya, secara di luar lagi terik-teriknya. Saya langsung menuju ruang acara yang berada di lantai 2 atau rooftop.
Tapi sebelumnya saya melewati satu pintu yang menghubungkan satu ruang yang terdapat beberapa kursi juga untuk pengunjung. Di situ suasananya lebih nyaman lagi, karena ada taman kecil di tengah ruangan itu. Dan satu meja panjang khusus untuk pengunjung yang datangnya rombongan. Hehehe.
Baiklah, mari kita menuju ke atas. Di sana sudah ada beberapa teman yang hadir. Setelah saling saling sapa dan bertukar cerita, beberapa menit kemudian, acara dimulai.
Sayangnya, suasana rooftop gak seadem di lantai bawah. Saat itu matahari lagi genit-genitnya bersinar, sampai kami harus menahan panas dan silau.
Meski begitu, saya dan teman-teman lain cukup menikmati acara tersebut.
Sebelumnya salah satu penyelenggara, Teh Siswiyanti Sugi memberitahukan susunan acara yang akan berjalan.
Acara pertama akan dibuka dengan Pengenalan jd.id, kedua Personal Branding, dan ketiga Penyampaian Etika Blogger. Kemudian dilanjutkan dengan Foto produk dan Posting di Instagram.

PENGENALAN JD.id
Sekarang ini peluang bisnis E-Commers memang sangat menjanjikan. Terbukti banyaknya market place yang menjamur di Indonesia. Dan peluang ini juga tidak diabaikan oleh pendiri JD.id, Liu Qiang Dong atau lebih dikenal dengan Richard Liu.
Maka mulai beroperasi lah JD.id di bulan Oktober 2015 di Indonesia.
Pada awalnya JD.id fokus terhadap penyediaan barang-barang elektronik dan gadget untuk pelanggannya. Namun akhirnya mereka memperluas penawaran produk yang lain, seperti; sepatu, baju olahraga, dan produk kecantikan.
Justru sekarang yang paling banyak diminati adalah fashion and beauty. Dan perkembangan yang paling pesat dalam permintaan belanja adalah Toys (mainan).
Saat ini JD.id juga menempati peringkat 6 di Indonesia. Lumayan cepat juga ya peningkatannya. Itu disebabkan peningkatan belanja online selalu significant. Jadi perusahaan semacam JD.id akan cepat mengalami perkembangan.
Untuk meningkatkan perkembangannya, JD.id membuat satu terobosan dengan nama JD.Partners.
Apa itu JD.Partners? Menurut penjelasan pembicara dari JD.id (duh, saya lupa namanya, siapa) bahwa JD.id partners merupakan partner JD.id yang ingin mengembangkan jaringan dan sistem kerja. Tapi inget, ya, ini BUKAN MLM. Karena tidak ada minimal belanja dan istilah tutup point. 😁
Justru jika menjadi partner JD.id akan mendapatkan cashbak 0,25% hingga 5% dari pembelanjaan yang sudah ada. Dan yang lebih menggiurkan lagi kalau  punya jaringan akan mendapatkan cashback dari pembelanjaan rekrutan tersebut.
Dan ini cocok banget loh buat Ibu-ibu Rumah Tangga. Pastinya kan mereka suka belanja bulanan. Misal tiap bulan belanja minimal sebesar Rp. 200.000,  jika belanja bulanan dialihkan ke JD.id akan mendapat cashback 0,25-5%. Kan lumayan, ya? Apalagi kalau ada jaringan di bawahnya. Dan bila tiap jaringan di bawahnya belanja, kita akan mendapat cashback juga . Du du du, bakalan bisa belanja baju tiap bulan, deh. Ehehehe.
Sesi pengenalan JD.id ditutup dengan pemberian form kepada tiap peserta untuk mengisi kira-kira siapa yang akan diajak menjadi partner JD.id berikutnya. Karena secara otomatis, peserta hari itu sudah menjadi partner JD.id.
Ada yang mau gabung juga, gak? 😁


PERSONAL BRANDING
Nah, di sesi kedua akan membicarakan tentang Personal Branding. Dengan pembicara Mbak Nurma Larasati, yang prestasinya bikin saya tiba-tiba merasa jadi sejentik nyamukπŸ™ˆ
Tapi siapa sangka sebelum beliau berani bicara di depan umum sekarang ini, ada rasa gak percaya diri juga dalam diri beliau. Sampai ada yang menyarankan untuk mencoba dari hal kecil terlebih dahulu. Atau pelan-pelan keluar dari Comfort Zone. Kemudian memasuki area Discomfort Zone, lalu masuk ke area Alarm Zone. Nah, setelah berada di Alarm Zone itu lah tandanya sudah mengalahkan diri sendiri dari rasa tidak percaya diri. Dan mulai mengasah kemampuan, misal dengan mengikuti komunitas berbagai bahasa yang menjadi jalan agar lebih percaya diri berbicara di depan orang banyak.

Gambaran tentang memcoba keluar dari Comfort Zone


Begitulah pengalaman hidup Mbak Nurma yang dibagi kepada para peserta hari itu. Selain itu, Mbak Nurma adalah salah satu pendiri Halal Local. Yaitu komunitas untuk memberikan label halal pada makanan yang ada di seluruh dunia. Hal ini memudahkan Muslim untuk mengkonsumsi makanan tanpa rasa was-was ketika berada di negeri yang mayoritas non muslim.
Dari situlah Mbak Nurma perlahan tahu apa yang disukainya dan memiliki personal branding. Lebih spesifiknya, Mbak Nurma memiliki passion di Tech innovation (jurusan yang ia pilih saat kuliah),  punya skills di bidang bahasa (language), dan pekerjaan di Business/Sales Pitching Of Halal Local & Astrajingga to Relevant Parties.
Lalu apa sih sebenarnya Personal Branding? Ternyata ada yang menyimpulkan bahwa, "Personal Branding About Others, Not About You". Maksudnya, personal branding bukan apa yang kita sukai, tapi apa yang orang lain ingat dan suka dengan apa yang kita sharing atau sampaikan. Seperti itu.
Dan kemudian saya jadi mikir, kira-kira Personal Branding saya apa, ya? πŸ€”πŸ˜


ETIKA BLOGGER
Ini lah kajian yang paling ditunggu-tunggu, Etika Blogger. Meskipun sebagai blogger saya angin-anginan dan malu juga menyebut diri sebagai blogger, tapi setidaknya saya harus tahu apa aja Etika seorang Blogger. Jangan sampai apa yang saya tulis menjadi boomerang bagi diri saya sendiri.
Dan serunya lagi, pembicara tentang Etika Blogger adalah seorang blogger yang kekinian. Hehehe. Kenapa saya bilang kekinian? Coz, konten blog-nya all about Korean, lebih tepatnya drama Korea, sih😁yang mana banyak diminati oleh anak-anak milenial dan emak-emak zaman nowπŸ˜…
Erry Andriyati, atau dikenal dengan nama Bibi Teliti pada blog-nya, hari itu menjadi pembicara tentang Etika Blogger di acara Katarasa Event.
Dengan menggunakan dialek "elu" "gua", cuaca yang terik saat itu jadi gak terasa.
"Sori ya, gua pake bahasa 'elu guea, biar gua lebih santai aja  jadi diri gua sendiri." Begitu katanya. Hihi, jadi seru sih nyimaknya, gak bikin ngantuk.
Apalagi saat Teh Erry mengajukan pertanyaan tentang Etika Blogger yang berkaitan dengan konten dan attitude apa aja. Beberapa peserta mencoba menjawab.
Pertama, membahas tentang Konten terlebih dahulu.
1. Konten harus original
Maksudnya apa yang seorang blogger tulis bukan hasil jiplakan, copas, atau, nyontek. Sebisa mungkin tulisan yang ditulis itu asli dari diri sendiri. Dan kalau pun ingin mengutip tulisan orang lain, harus menuliskan sumbernya.
2. Konten yang bertanggung jawab
Maksudnya, seorang blogger harus mempertanggung jawabkan apa yang dia tulis. Karena gak semua orang menyukai isi dari tulisannya, kan.
Wah, berarti warning juga buat saya supaya berhati-hati dalam menulis apa pun di blog. Cari bahasa atau kalimat yang tepat agar tidak ada yang tersinggung dengan apa yang  ditulis

Teh Erry, saat menjelaskan tentang Etika Blogger yang berkaitan dengan Konten


Selesai berbica tentang konten, saatnya membicarakan tentang Attitude seorang blogger. Apa aja, sih, attitude yang harus dimiliki seorang blogger?
1. Tepat waktu datang ke sebuah event.
Hmm, kayaknya ini yang sering diabaikan oleh seorang blogger. Misalkan pada undangan disebutkan acara mulai pukul 10.00, eh malah datang pukul  10.30. Gak masalah, sih, tapi justru itu bisa merugikan si blogger tersebut. Dia akan ketinggalan materi yang disampaikan sebagai bahan utama untuk menulis di blog. Dan gak enak juga dengan penyelenggara, juga yang mengundangnya.
Ayo, siapa yang sering datang terlambat? 😁😁
2. Posting tulisan tidak lewat dari waktu DL (Dead Line)
Upps, sepertinya yang satu ini banyak yang ketampol sama ucapan Teh Erry. Hehehe. Ketika Teh Erry menanyakan apa yang membuat blogger memposting tulisannya mepet-mepet DL? Lalu ada yang menjawab blank sama ide. Dan Ada juga yang menjawab MALAS. Hahaha. Itu jawabannya terlalu jujur kayaknya. Jangan lah ya. Kalau sekali saja seorang blogger tidak memenuhi tugasnya memposting tulisan, bisa jadi dia akan diblack list oleh si penyelenggara dan parahnya lagi gak akan diundang dalam kesempatan lain. Serem gak, sih?

Nah, makanya untuk menjadi seorang blogger perlu diketahui dan diamalkan Etika Blogger di atas. Supaya menjadi blogger yang memiliki attitude yang baik dan banyak jobπŸ˜‚πŸ˜‚
Bisa, ya? Bisa lah. *Ngomong sama diri sendiri πŸ˜…πŸ˜…


Dua kajian telah selesai dibahas. Dan saatnya sesi santai. Yaitu, sesi foto-foto tentunya dan makan. *Horeee*
Ehehe, lumayan denger semua kajian bikin perut minta diisi. Apalagi selesainya pas dengan jam makan siang.

Foto wajib, foto bareng semua peserta, pengisi acara, dan penyelenggara. 


Ada beberapa menu yang disajikan Coffee Toffee untuk semua yang hadir.
Ada Javanesse Friend Rice, Noodle Bowl Blackpeppers Sauce, Noodle Bowl BBQ Sauce, Chicken Rice Bowl BBQ Sauce, dan Chicken Rice Bowl Blackpepper Sauce.
Wow, banyak banget pilihannya. Dan pilihan saya jatuh pada Chicken Rice Bowl Balckpepper Sauce.



Alhamdulillah, menu yang saya makan habis juga. Meski awalnya saya merasa porsinya terlalu banyak. Hehehe.
Setelah makan, gak lama kemudian saya pamit pulang. Bukan maksud SMP alias selesai Makan Pulang, ya? Namanya mamak yang masih punya balita, rasanya susah untuk berlama-lama. Apalagi ketika sesi foto-foto, ada video call dari si kecil. Hahaha, ternyata dia cari-cari bundanya. Baiklah, lain kali kalau seandainya ada event lain, semoga ada kelonggaran untuk bisa/boleh membawa anak. Ehehehe.
Oh iya, sebelum pulang, setiap peserta dikasih goodie bag, yang isinya berupa voucher dari Coffee Toffee, voucher dari JD.id, dan masker perawatan wajah dari Masker Putri Ayu.

Goodie bag dari Coffee Toffee, Jd.id, Masker Putri Ayu, Dan Takaful Keluarga


Terima kasih untuk penyelenggara acara dari Katarasa Event, diantaranya; Teh Siswiyanti Sugi, Teh Ima Rochmawati, Teh Anisah, dan Teh Amy. 😘😘😘

Tim Penyelenggara Dan Pembicara
(Pic by Group)


Semoga saya bisa ikut berpartisipasi lagi di acara berikutnya. Ditunggu, yoooo. πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—




You Might Also Like

16 komentar

  1. Teh Dian mah brandingnya di masak memasak. Kalo buat saya mah gitu. Ehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya Ulu. Duh, makasih kalau diingetnya begitu😁

      Delete
  2. aih seruuu.. selalau rame deh kalo udah kumpul sama temen2 blogger. nuhun impohnya yaa, ternyata etika blogger banyak juga hihi

    ReplyDelete
  3. SAya jadi mikir, branding saya apaan hehehe. iya bener kata Ulu tuh teh Dian brandingnya baking and cooking.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tian brandingnya parenting sama marwah style😁

      Delete
  4. Aku brandingnya apaan yah?masih campur sari euy teh ahhaha btw acaranya seru yah dari JD.iD sampe ada sharing personal branding dan etika blogger mantappp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo cari brandingnya apa. Yg jadi passion Teh Herva aja apa. 😁
      Iya, ini acara seru banget, makanya saya tertarik untuk ikut😊

      Delete
  5. Saya kalau inget Teh Dian itu ingetnya pempek loh hehe. Brandingnya udah pas ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Asal jangan samain sama kapal selam aja🀭🀭

      Delete
  6. Ah aku udah lama nggak ikut event dan dapat siraman ilmu kayak gini, whuaaa mamak butuh juga siraman ilmu, ulukutek di rumah war jadi kudet, teh dian mah udah ada atuh personal brandingnya cooking, suka bingung sama personal branding, tapi pas di sebuah grup ada yang bilang gini,” ini teh rani yang suka nulis skincare alami ya” whuaa jadi oh iya, orang ingetnya aku tuh itu, makasih teh dian sharing materinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya Teh Rani. Mamak sesekali perlu "main" juga, biar gak uring2an😁
      Teh Rani kalau menurutku brandingnya parenting ya sama buku anak. Bener gak? 😊

      Delete
  7. Yup, kalau mau jd blogger profesional ada etikanya... Makasih sharingnya ya teh :)

    ReplyDelete

Flickr Images