Mengenal Dan Mengembangkan Potensi Anak Sejak Dini

Assalamualaikum, Sebagai ibu yang memiliki tiga anak, terkadang tanpa sadar saya suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang ...


Assalamualaikum,

Sebagai ibu yang memiliki tiga anak, terkadang tanpa sadar saya suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Seperti membandingkan Si Sulung dan Si Tengah., apalagi keduanya sama-sama laki-laki.
Si Sulung yang sekarang berusia hampir 16 tahun, kelas 10, memiliki potensi akademik dan sosialisasi yang cukup baik sejak kecil. Berbeda dengan Si Tengah yang sekarang berusia 9 tahun, kelas 3 SD, memiliki nilai akademik yang cukup baik juga, sih (tapi dengan cara yang belajar yang membuat mamak senewen. hehehe) dan sosialisasi yang boleh dikatakan kurang saat  dia kecil.
Waktu TK, saya gak perlu repot mengantarkan Si Sulung ke dalam kelas. Dengan pedenya dia melenggang sendiri dan langsung berbaur dengan teman-temannya. Dan dia gak sungkan untuk menyapa temannya lebih dulu. Begitu juga dengan kecepatan dalam membaca. Masuk SD, Si Sulung sudah lancar membaca. Dan saya tak perlu khawatir atas keberaniannya memasuki lingkungan baru.
Berbeda dengan Si Tengah, saat kecil dia selalu bersembunyi di balik badan mamak jika ada tamu atau orang yang belum dia kenal. Dia juga kurang betah berada di tempat keramaian yang orang-orangnya belum ia kenal. Dan jangan tanya saat masuk usia sekolah, dia menangis gak mau ditinggal. dan jadilah saya ikut masuk ke kelas menunggu. Kejadian itu berlangsung hingga dia kelas satu SD.
Dalam menghapalkan alphabet ia seringkali tertukar antara satu huruf dengan yang lainnya.
Untuk hal ini saya jadi kepikiran, apa ada yang salah dengan Si Tengah? Ketika saya membicarakan keadaan ini pada suami, dia hanya mengatakan itu biasa. Suami menganggap itu bukan masalah yang harus dikhawatirkan, hanya saja tiap anak itu berbeda dan cara mengajarkannya juga tidak harus sama dengan kakaknya, Si Sulung.
Baiklah kalau memang begitu pendapat suami, saya terima.
Meski mengajarkan Si Tengah membuat kesabaran saya diuji. Dia termasuk tipe anak yang tidak mau dipaksakan. Jadi untuk belajar pun atas kemauan dia sendiri. Dan belajar bagi dia seperti beban berat. Tapi jika pelajaran olahraga dia bakalan semangat. Itu pernah dia ungkapkan sendiri.
Saya jadi kepikiran lagi dengan omongan suami yang mengatakan bahwa setiap anak berbeda. Mungkinkah Si Tengah memiliki potensi lain di luar bidang akademik?



Si Tengah sedang melakukan eksperimen di sebuah tempat rekreasi




Kenali dan Kembangkan Potensi Anak Sejak Dini 
Sesungguhnya orangtua dan guru penting untuk mengenali potensi anak sejak dini agar dapat mengarahkan mereka untuk kesuksesan di masa mendatang. Pernyataan ini membuat saya dan suami menggali potensi apa yang dimiliki masing-masing anak, khususnya Si Tengah. Ketika kami tahu bahwa Si Tengah lebih berpotensi pada keunggulan fisiknya, kami pun memfasilitasi Si Tengah dengan mengikut sertakan dia ke klub sepak bola. Dan kalau dilihat, sepertinya bidang ini cocok untuknya. Dan sudah terlihat prestasi yang diraihnya dari kegiatan sepak bolanya. Berbeda dengan Si Sulung yang waktu seusia Si Tengah diikut sertakan juga ke klub sepak bola. Tapi entah kenapa, berhenti di tengah jalan karena tidak ada perkembangan. Jadi, ya begitu. Setiap anak memang memiliki potensi yang berbeda dalam diri mereka masing-masing.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui potensi yang dimiliki anak, yaitu dengan memperhatikan kebiasaan dan kesukaan mereka.
Tapi kebanyakan orangtua sulit atau kurang peka dalam melihat potensi yang dimiliki anaknya. Untuk itu ada juga  orangtua yang  mengajak anaknya mengikuti tes IQ atau tes kecerdasan.
Setelah mengikuti tes IQ atau tes kecerdasan, lagi-lagi tidak banyak orang tua yang mempunyai waktu setiap harinya dalam membantu anak belajar secara efektif, serta kesulitan dalam memahami hasil yang diperoleh dari tes IQ secara umum.
Lalu bagaimana solusinya? Tenaaaang. Kini, untuk mengetahui potensi kecerdasan anak secara pasti dan mudah dipahami  bisa melalui inovasi tes kecerdasan terbaru, AJT CogTest.
Apa itu AJT CogTest? Yuk, kita cari tahu lebih dalam.

Bereksperimen



Tes Kecerdasan, AJT CogTest
AJT CogTest adalah tes kognitif  atau tes kecerdasan pertama di Indonesia yang sudah dinormakan untuk anak Indonesia usia 5 sampai dengan 18 tahun, berbasis bukti untuk memberi wawasan jelas tentang bagaimana siswa memproses dan memperoleh pengetahuan. Tes ini menawarkan pengukuran kekuatan dan kelemahan kognitif yang akurat, andal, tervalidasi, dan lengkap.
Hasil AJT CogTest akan membantu orang tua dan guru lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajaran di sekolah. Ini juga menjadi PR buat saya, meski Si Tengah memiliki potensi di luar akademik, tetapi nilai akademiknya tidak boleh diabaikan. Dan rasanya perlu juga untuk mengikuti test kognitif semacam AJT CogTest.
Karena dengan mengikuti AJT CogTest, orangtua akan lebih mudah mengarahkan dan mengembangkan potensi setelah mengetahui profil kognitif anak agar dapat membantu dan memahami bagaimana mereka dapat belajar sebaik mungkin.



PT Melintas Cakrawala
PT Melintas Cakrawala Indonesia adalah satu-satunya perusahaan di Indonesia yang menawarkan AJT CogTest, tes kognitif atau tes kecerdasan yang dikembangkan dengan norma Indonesia.
Tidak seperti alat tes kecerdasan lainnya, atau yang sering dikenal dengan tes IQ, AJT CogTest memberikan hasil yang komprehensif dari 8 bidang kecerdasan anak. Dengan melakukan tes IQ menggunakan AJT CogTest, diharapkan orang tua dan guru dapat memahami cara belajar yang terbaik untuk anak berdasarkan domain kognitif serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak.
Kelebihan dari  AJT CogTest  adalah hadir sebagai alat tes kognitif yang dirancang oleh psikolog dan ahli psikometri Indonesia maupun internasional untuk anak Indonesia. Tidak seperti kebanyakan alat tes IQ yang banyak dipakai di Indonesia, disadur dari luar negeri sehingga belum sesuai norma yang ada di Indonesia.
Jika orangtua berminat mengikut sertakan anaknya dalam AJT CogTest, ada dua Jenis paket Tes Kognitif AJT:
1. AJT CogTest Full Scale. Mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak.  Dengan biaya Rp. 760.000,

2. AJT CogTest Comprehensive. Diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes. Dengan biaya Rp. 1.200.000,-

AJT CogTest dilakukan oleh psikolog yang  sudah mengikuti pelatihan dan disertifikasi oleh PT MCI. Hasil AJT CogTest akan dikirimkan berupa softcopy melalui surat elektronik (email) dalam waktu 7 sampai dengan 14 hari kerja setelah tes dilakukan.


Seorang anak sedang menjalani AJT CogTest




Jik berminat bisa menghubungi/mengunjungi:

WhatsApp CS: 087883258354
Website: www.melintascakrawala.id
Instagram: @melintascakrawalaid
Alamat:
Graha Irama 5th Floor Unit F
Jalan H.R Rasuna Said X-1 Kav 1-2, Jakarta 12950.
Telp: 021-5261487
E-mail: info@melintascakrawala.id

Yuk, Mak. Demi untuk mengembangkan dan menggali potensi anak, ikut sertakan si anak pada AJT CogTest.






             

You Might Also Like

8 komentar

  1. Biaya yang terjangkau dan hasilnya bisa dipercaya, jadi pengen nyobain nih, supaya tahu kecerdasan anak saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Teh. Tapi sayangnya jauh dari tempat tinggalkušŸ˜

      Delete
  2. Wah saya baca sampai habis gak.ketemu nama si sulung dan si tengah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, sengaja Teh. Sebut saja namanya KumbangšŸ¤­

      Delete
  3. Kadang aku juga ga sadar membandingkan kemampuan anakku dengan anak yang lainnya, jadi pengen cobain juga tesnya deh

    ReplyDelete
  4. Iyayah mba, klo anak2 sbnrnya memang punya bakat minat beda2. Unik semua. Tesnya pnasaran mau nyobaa, udah diujicoba jg yaa tes ini jadi meyakinkanku

    ReplyDelete
  5. Aku sulung dari 6 bersaudara. Secara akademis, kemampuanku jauh banget dari adik2ku yg selalu berprestasi di sekolah. Kadang sedih apalagi klo udah diomelin dan dibandingkan hiks.

    Pengin nyoba AJTCogTest juga biar tau potensi anakku apa aja.

    ReplyDelete
  6. Ikut AJTCogtest ini emang perlu banget ya biar mengarahkan anak bs dengan tepat

    ReplyDelete

Flickr Images