Film Bebas, Reuni Di Dalam Bioskop

"Bebas, lepas, kutinggalkan saja semua beban di hati. Melayang ku melayang jauh. Melayang ku melayang." (Foto dari IG @mil...

"Bebas, lepas, kutinggalkan saja semua beban di hati. Melayang ku melayang jauh. Melayang ku melayang."

(Foto dari IG @milesfilms)


Tahu syair lagu di atas? Atau ada yang bacanya auto nyanyi? Berarti kamu remaja 90-an. Toss kalau gitu. Hehehe.
Ngomongin lagu Bebas dan remaja 90-an, sekarang ini lagi tayang film di bioskop dengan judul Bebas karya Miles Film dengan settingan remaja 90-an.
Kebetulan tanggal 4 Oktober 2019, film  Bebas mengadakan acara nonton bareng di Ciwalk, Bandung. Dan saya mendapat undangan acara  tersebut.
Wah, seneng banget, dong. Karena semenjak ada trailer film Bebas, saya tertarik untuk menontonnya. Walaupun cerita film ini merupakan adaptasi dari film Korea yang berjudul Sunny, tapi saya tetep ingin menonton versi Indonesianya. Saya pengen tahu apa jalan cerita persis sama dengan yang versi Korea?



(Foto dari IG @milesfilms)


Karena ini acaranya nonton bareng, jadi beberapa cast juga ikutan nonton satu bioskop, Ada Widi, Maizura, Kang Daan, dan Syifa. Bahkan Mbak Mira selaku produser dan Mas Riri selaku sutradara juga hadir.

Foto bareng Mbak Mira Lesmana usai nonton bareng film Bebas


Duduk di kursi dalam bioskop, diawali sapaan Ernest Prakarsa dan istri. Entah, saya belum tahu apa peran Ernest dan istri di film ini. Hehehe. Gak apa-apa lah ya, yang penting ada keduanya itu gak bikin serunya berkurang😁

Film dimulai. Begitu scene pertama tayang, suasana udah mulai baper, pikiran dibawa ke 20 tahun yang lalu. Lagu Bidadari dari Andre Hehanusa jadi soundtrack awal film ini.
Ya, Allah. Andre Hehanusa? Itu lagu waktu saya usia berapa, ya? Hahaha.

Narsis bareng Widi sebagai Gina, salah satu anggota Genk Bebas versi dewasa

Baik, cerita film Bebas ini berawal dari Vina Panduwinata/Vina (Marsha Timothy) yang  tiap pagi secara rutin menyiapkan sarapan untuk suami (Darius Sinathrya) dan anaknya,  Mia(Syifa Hadju), yang sudah SMA. Suaminya sangat sibuk tapi selalu memenuhi kebutuhan hidup Vina secara materi, hingga segalanya diukur oleh uang dan barang bernilai tinggi. Bahkan untuk menjenguk ibunya Vina pun tidak ada waktu, cukup memberikan barang mewah. Dan anak perempuan satu-satunya juga sangat dimanjakan dengan uang. Itulah bentuk perhatian suaminya kepada Vina, anaknya, dan ibunya.

Mas Riri Riza (sutradara) dan Mbak Mira Lesmana (Produser dan penulis naskah) film Bebas
(Foto dari IG @milesfilms)


Film Bebas menceritakan tentang reuni sebuah Genk saat SMA.
Awal pertemuan Vina dengan teman genknya
dimulai saat Vina menjenguk ibunya (Sarah Sechan) di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Jangan tanya bagaimana karakter Sarah Sechan di film ini. Kocak. Ibu-ibu dengan logat Sunda yang kental. Kekocakannya inilah yang mengawali penonton untuk tertawa saat menonton film ini.
Sepulang menjengk ibunya, Vina melewati sebuah kamar pasien yang sedang meraung-raung kesakitan. Sebenarnya Vina penasaran dengan pasien itu apalagi di pintu kamar tertulis nama pasien yang mengingatkan dia pada teman satu genk-nya di SMA. Di papan  itu tertulis nama Krisdayanti.
Dia bergegas pulang dan membuka kembali album lamanya untuk mengingat kembali nama yang tertulis di papan nama pintu pasien.
Boleh dibilang kehidupan rumah tangga Vina adem ayem. Tapi kelak ketika bertemu dengan teman-teman SMAnya, dia baru menyadari ada yang kurang dalam kehidupannya.

Anggota Genk Bebas versi dewasa (Gina, Kris,Vina, Jessica, Jojo)

Anggota Genk Bebas versi Remaja (Kris, Vina, Jessica, Jojo, Suci, Gina)


Di lain waktu, Vina menjenguk ibunya kembali di RS. Dan rasa penasarannya masih ada untuk mengetahui pasien yang bernama Krisdayanti, yang waktu lalu meraung-raung.
Tanpa diduga, ternyata betul pasien  itu adalah Krisdayanti/Kris (Susan Bahtiar), ketua genk  Bebas   zaman SMA dulu. Kris yang mengidap penyakit kanker divonis hanya memiliki waktu hidup dua bulan lagi.
Dari sinilah semua rencana dimulai. Keinginan Kris yang sebelum meninggal ingin bertemu dengan teman Genk Bebas, meminta Vina untuk mencari semua teman-teman genk-nya. Jessica, JoJo, Suci, dan Gina.
Dan pencariannya ini yang membuat Vina flash back ke masa lalu. Dia memulai pencariannya dengan mengunjungi sekolahnya dahulu. Yang kemudian bertemu dengan wali kelasnya (Tika Pangabean) yang masih mengajar di sana. Dari situlah dia mendapat informasi tentang Jessica dewasa (Indi Barends).

Kelucuan di film ini berlanjut. Jessica yang semasa SMAnya suka berdandan, hingga saat  ini tetap menyukai hobinya itu. Badannya juga masih seperti dulu, gempal. Pekerjaannya di sebuah perusahaan asuransi, membuat dia tidak bisa melepas statusnya dan selalu ingin menawarkan asuransi pada siapa pun dan dalam kondisi apa pun.
Seperti saat pertama kalinya Jessica bertemu dengan Kris, ketika pertemuan haru itu, sempat-sempatnya Jessica menanyakan Kris apakah dia sudah ikut asuransi atau belum. Saat itulah penonton pecah tertawa.

Setelah bertemu dengan Jessica, kemudian pencarian teman yang lainnya dilanjutkan berdua oleh Vina dan Jessica. Yang kali ini mereka meminta bantuan jasa debt collector. Yang ternyata Debt collector itu adalah Dedi (Masa remajanya diperankan Brandon Salim) teman saat SMA.
Akhirnya mereka menemukan Jojo dewasa (Baim Wong), satu-satunya laki-laki yang gabung di genk Bebas.
Buat saya film ini seperti roll coaster, kadang kitta dibawa sedih, takut, dan tertawa lepas.

Flash back berawal dari Vina remaja (Maizura), anak baru di SMA di Jakarta pindahan dari Sumedang. Vina digambarkan sebagai anak desa yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta. Dan pengalamannya ini lah yang menjadi bahan ejekan teman-temannya. Di sekolah baru Vina, ada sebuah genk yang diketuai oleh Kris (Sheryl Sheinafia), dengan anggota lainnya yaitu Ghina (Zulfa Maharani), Jessica (Agatha Priciilla), Jojo (Baskara Mahendra), dan Suci (Luthesa). Genk ini lah yang merangkul Vina dan mengajak Vina bergabung. Meski awalnya mereka mengejek  Vina yang ndeso banget, dari penampilan mau pun cara berbicara. Namun akhirnya secara sah Vina menjadi anggota genk tersebut. Yang kemudian genk tersebut diberi nama Genk Bebas. Tapi Ada satu anggota Genk Bebas, yaitu Suci,  yang kurang suka dengan keberadaan Vina. Hal itu dikarenakan asal daerah Vina yang sama dengan ibu tirinya. Suci adalah seorang model majalah remaja saat itu.
Dengan keberaniannya, Vina mencoba mengajak Suci berbicara empat mata untuk mau menerima Vina tanpa mengaitkan dirinya dengan ibu tirinya. Di sini adegan awalnya melow, tapi dicairkan oleh celetukan Vina Dan Suci yang akhirnya mereka berdua tidak saling bersitegang lagi. Dan Suci mau menerima keberadaan Vina di Genk Bebas.

Para pemain pendukung film Bebas: Jaka, Dedi, Mia, Andra, Lila 


Cerita ini juga bukan hanya tentang perjalanan sebuah Genk, tapi juga tentang cinta yang tak sampai. Ya, cinta Vina pada seorang pria bernama Jaka (Kevin Ardilova), yang boleh dikatakan dialah pria pertama yang membuat Vina jatuh cinta saat pertama kali datang ke Jakarta. Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan dan harus dikubur dalam-dalam, karena Vina tidak mau ada keretakan dalam Genk Bebas. Yes, salah satu anggota Genk Bebas ternyata kekasih Jaka, dia adalah Suci.

Seperti gambaran Genk pada zaman 90-an, Genk Bebas suka ngumpul bareng, ngedance (mereka punya dance andalan dengan lagu Bebas), bahkan berkelahi dengan genk sekolah lain, genk cewek, musuh bebuyutan Genk Bebas.
Cerita flash back ini lah yang membawa penonton kembali mengenang masa remajanya.
Umpatan-umpatan khas masa itu juga dibawa ke dalam film ini, seperti,
"Pala lu bau menyan."
"Jidat lu lebar kayak parkiran timur Senayan."
(Hahaha)
Atau bahasa Sandi seperti "Sigiapaga digiaga?" (Ngerti, gak?) Yang kocaknya bahasa itu dianggap bahasa Rusia oleh kekasihnya Jojo, sewaktu Vina dan Jessica berhasil  menemui Jojo dewasa di kantornya dan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut di depan kekasih Jojo. Hahaha.

Tapi bukan hanya kelucuan yang ditampilkan di film ini, kesedihan juga mengoyak hati penonton. Ketika Vina dan Jojo mengunjungi tempat tinggal Ghina dewasa (Widhi Mulia). Kehidupan Ghina berubah drastis. Dulu hidupnya serba kecukupan karena mamanya  sukses menjadi seorang pengusaha. Tapi di tengah jalan usahanya bangkrut dan mamanya terserang stroke. Hingga akhirnya Ghina tinggal bersama mama, anak-anaknya, dan asistennya yang setia terus menemaninya, dengan menempati rumah kontrakan yang sering menunggak pembayarannya.  Padahal dulu saat remaja, rumah Ghina sebagai basecamp Genk Bebas  berkumpul.

Ketika semua anggota Genk Bebas sudah ditemukan oleh Vina, hanya Suci yang belum berhasil ditemukan. Suci menghilang sejak ada kejadian di sekolah yang menyebabkan wajah Suci tergores botol kaca oleh salah satu siswa yang menganggu Vina yang menyebabkan keributan di sekolah. Wajah Suci mengalami jahitan yang cukup dalam.  Sebagai model, keadaan ini membuat Suci trauma. Dan setelah kejadian itu pula semua anggota Genk Bebas dikeluarkan dari sekolah dan sekolah mereka dipisahkan satu dengan yang lainnya. Sejak saat itulah mereka tidak pernah bertemu lagi.

Buat saya film ini juga mendapat nilai plus bagi remaja 90-an karena soundtracknya membuat perasaan jadi terbawa ke masa itu.
Lagu Kebebasan (Singiku), Cukup Siti  Nurbaya (Dewa 19), Bebas (Iwa K), Bidadari (Andre Hehanusa), Denada, Cerita Cinta (Kahitna),  Aku Makin Cinta (Vina Panduwinata), Sendiri (Chrisye). Huhuhu, gimana gak baper itu😣

Film ini juga membuat saya yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga merasa  diingatkan dengan kehidupan Vina yang terlihat sempurna sebagai seorang ibu dan istri, tapi sebenarnya Vina justru merasa kehilangan dirinya sendiri dan waktu untuk sekedar meluangkan hobinya.
Saat Vina dewasa berkumpul kembali dengan teman-teman genk-nya dan Kris menanyakan hal apa yang ingin ia lakukan saat ini, Vina pun mngutarakan keinginannya untuk memberi pelajaran kepada teman Mia (anaknya Vina) yang sering mengganggu Mia selama ini. Mendengar cerita Vina, jiwa Genk Bebas Kris, Jojo, dan Jessica kembali membludak. Mereka pun berencana untuk menghabisi teman Mia. Keahlian Taekwondo  yang dimiliki Kris waktu dulu, dikeluarkannya lagi untuk menghajar abis-abisan teman Mia. Kris mengatakan, memang penderita kanker gak bisa berkelahi. Hihi.
Scene ini seru, tegang, sekaligus lucu. Apalagi saat mereka berempat (Vina, Jessica, Kris, Dan Jojo) dibawa ke kantor polisi menggunakan mobil polisi.
Ada lagi satu keinginan Vina yang ingin dilakukannya, yaitu memberikan lukisan gambar Jaka yang ia lukis sewaktu SMA dulu. Dan lukisan itu belum sempat ia berikan karena Vina terlanjur patah hati melihat kedekatan Jaka dan Suci.
Dengan bantuan Dedi, si debt collector, Vina berhasil menemukan tempat tinggal Jaka dewasa (Oka). Dia pun memberikan lukisan tersebut kepada Jaka tanpa memberitahukan siapa dirinya.


Kita gak pernah tahu kehidupan saat dewasa belum tentu sebaik saat remaja. Saat remaja gunakan sesuai usia saat itu dan masa dewasa gunakan sebaik-baiknya untuk kehidupan yang lebih baik.
Dan tentu saja, tidak ada kehidupan seseorang yang sempurna. Tapi jalani saja kehidupan dengan baik yang sedang kita rasakan.

Di akhir cerita, Kris dikabarkan meninggal. Dan sebelum meninggal Kris menulis surat wasiat untuk teman-temannya. Salah satu isi surat wasiatnya adalah sebagian harta kekayaan Kris diberikan untuk Ghina, seperti kedudukan Kris di perusahaannya dan apartemen untuk ditempati Ghina bersama keluarganya. Persahabatan yang mengharukan.
Sebagai penutup wasiat dari Kris, ia ingin sahabat-sahabatnya ngedance lagu Bebas sebagai persembahan terakhir untuknya di depan peti jenazahnya.
Dan adegan ini juga adalah akhir dari cerita film Bebas, dengan scene terakhir muncul Suci dewasa yang dimunculkan hanya sebentaaaaar banget.

Karena film ini diadaptasi dari film Korea yang berjudul Sunny,  di mana  saya sudah menontonnya,  dan di sana ada adegan ngedance di depan peti jenazah, saya pikir di film Bebas ini akan dihilangkan, tapi ternyata tidak. Hehehe.

Usai menonton, para penonton diajak dance bareng para pemain, sutradara, dan produser film Bebas. Haduuuh, suasana dalam bioskop jadi lebih hangat.

Suasana dalam bioskop setelah film selesai


Selain itu, para penonton juga dikasih souvenir CD Ost Film Bebas original. Silakan deh sampe rumah dengerin lagu-lagunya. Silakan bapeeeer. 😁


Souvenir CD Ost Film Bebas


Bagaimana, Gaess, menurut kalian apakah film ini bagus?
Kagalagau kagataga sagayaga sigih, bagagugus👍👍😄
Yuk, mumpung masih tayang, cuzz deh ke bioskop buat nonton se BEBAS bebasnya😚

You Might Also Like

6 komentar

  1. Seruu banget ya mbak, masih ada nggak ya di bioskop. Koq jadi pingin nonton film Bebas, ehh

    ReplyDelete
  2. Auto baper mengingat lagu2 ngehits di tahun 90 an. Kayaknya seru persahabatan mereka.

    ReplyDelete

Flickr Images