Kebiasaan Membuat Kudapan Sore Yang Menginspirasi

Assalamualaikum, Berbicara tentang siapa My Heroes My Inspiration bagi kehidupan saya, sepertinya saya bakalan mikir lama. Karena s...



www.andariyuan.com


Assalamualaikum,

Berbicara tentang siapa My Heroes My Inspiration bagi kehidupan saya, sepertinya saya bakalan mikir lama. Karena saya merasa tidak memiliki idola yang membuat saya fanatik hingga menjadikan diri saya seperti orang itu dan menginspirasi hidup saya.
Tapi tema My Heroes My Inspiration, kolaborasi dari Bandung Hijab Blogger, membuat saya tergelitik dan bertanya, "Masa iya gak ada sosok yang menginspirasi dalam perjalanan hidup saya?"



Baiklah, saya akan mulai bercerita. Ternyata tanpa saya sadari dan akhirnya meyadari, selama ini saya bercermin pada satu sosok dalam menjalani perjalanan hidup, terutama setelah saya menikah, menjadi seorang istri, dan ibu.
Kebiasaan yang dulu sering saya alami semasa kecil, ternyata berimbas pada kehidupan saya saat ini. Yes, tanpa saya sadari sosok yang menjadi Hero dan Inspirasi buat saya adalah ibu saya.

Bareng mama/ibu beberapa tahun lalu


Ibu saya adalah seorang ibu beranak enam, yang selain menjadi ibu rumah tangga, beliau juga mengajar. Berangkat pagi sekitar pukul 7  setelah menyiapkan sarapan untuk keluarga, kemudian kembali ke rumah antara pukul 12 hingga 2 siang. Seringkali setelah pulang mengajar beliau mampir ke pasar  untuk membeli bahan-bahan untuk dimasak. Dulu saya melihat rutinitas ibu saya menganggapnya hal yang wajar. Namanya seorang ibu, ya memang begitu. Tapi  setelah saya mengalami sendiri dengan (hanya) beranak tiga, ternyata lelah akutu🙈
Memang waktu itu ibu saya  sedikit terbantu  oleh ART dalam membersihkan rumah, mencuci baju, dan menyetrika.
Tapi untuk urusan masak, ibu saya yang pegang kendali. Apalagi bapak saya tipe suami yang hanya mau dilayani dan makan masakan istri.
Dan itu tidak terjadi pada saya saat ini. Tapi tetap saja kesukaan membuatkan makanan atau masakan menginspirasi saya.
Bahkan ada juga kebiasaan ibu saya yang lain, yaitu sering membuat kudapan sore.
Ada saja makanan yang diolah ibu saya. Dari ongol-ongol, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, pisang  molen, donat, hingga bakpao. Dan ajaibnya setiap membuat makanan tidak pernah menggunakan takaran pasti, cukup dikira-kira saja. Tapi hasilnya tetap enak. Hmm, The Power of Emak memang luar biasa, ya😁
Dan tanpa saya sadari, kebiasaan itu menurun pada saya. Apa saja, selagi ada bahan-bahannya akan saya buat dengan meniru resep yang sudah ada. Tapi bedanya, saya tidak bisa membuat dengan takaran kira-kira seperti ibu saya. Tidak bisa. Hahaha.

Bubur Sumsum, kudapan sore yang saya buat



Salah satu kudapan yang suka dibuat mama/ibu


Selain kebiasaan ibu saya yang sering membuat kudapan sore, beliau memiliki sifat yang cuek. Gak peduli orang mau ngomong apa tentang beliau,  bodo amat. Eh, gak gitu juga, sih🤭 maksudnya kalau ada orang yang menyakiti beliau dengan perkataan, beliau gak ambil pusing. Terserah mau ngomong apa. Gak mau cari ribut. Mungkin beliau memaafkan, tapi sesungguhnya beliau tidak akan melupakan hal itu. Sifatnya itulah yang membuat beliau terlihat santai dalam menghadapi segala situasi. Seperti tidak sungguh-sungguh dalam mengahadapi masalah, terutama masalah anak-anak. Mungkin beliau terlihat cuek, namun sesungguhnya saya yakin ada nama kami, anak-anaknya, di setiap doa beliau. Huhuhu, cirambay😭
Dan sifat cuek beliau yang tidak peduli  omongan orang, sedikit  menurun pada saya.


Begitulah, kadang kita tidak harus jauh-jauh mencari sosok inspirasi buat diri sendiri. Ternyata ada orang terdekat yang selama ini justru sangat andil dalam perjalanan hidup kita.

Mom, absolutely you are  my heroes and my inspiration. Yes, you are😘😘

Yes, you are

You Might Also Like

10 komentar

  1. Pantesan aja teh dian pinter masak, inspirasinya mama yang jago mengolah makanan apa aja... kereeen, ajarin donk teh aku cuma pinter makan doank nih 😄😄

    ReplyDelete
  2. Wah keren ya ibunya... Ga ada capeknya hehe...iya bener prinsip ibunya jg keren tuh cuek aja ..yg ngomongin kita mah akan mengambil dosa2 kita...yg penting di mata Allah kita berusaha menjadi makhluk yg taat dan bersih hatinya

    ReplyDelete
  3. Ternyata dari masakan turun ke hati.. memang masakan ibu itu selalu terenak, teenikmat dan ini yg membuat anak2 ingin cepat2 pulang kerumah

    ReplyDelete
  4. Saya sepakat sama prinsip ibu. Saya ngebayangin ibunya Teh Dian orangnya asik banget deh. Salam hormat buat Ibu.
    Ngomong2, itu bubur ketan item bikin galfok lah... bacanya pas sore pulak. Jadi beneran pengen cari bubur ketan item ah, sekarang. Cari loh... bukan buat. Hihihi...

    ReplyDelete
  5. Kenapa ya Ibu Kita selalu jago masak... Heheh Mantap ya teh

    ReplyDelete
  6. Jadi kangen masakan almh. Mami.
    Liat postingan ini pas liat gambar makanan perut keroncongan ini bergejolak. Suka banget prinsip mama yg 'cuek' itu. Yang penting do the best

    ReplyDelete
  7. Senang yaa kalo punya ibu jago masak dan menurun....Ibuqu juga jago masak, tapi kok g nurun ke aq yaa, hiksss, lbih sneng ke make up aq tuch, drpd ngoprek dapur, gimana atuchhh 😫😥😢

    ReplyDelete
  8. Masya allah ibu emang pahlawan semua orang, bener2 malaikat tak bersayap hehehe

    ReplyDelete
  9. Nice post! Terimakasih ya mbak sudah berbagi pengalaman masaknnya :)

    ReplyDelete
  10. Cuman ngeliat dari gambar sepintas aja udah bikin ngiler, kebayang dong kalau ngincip langsung huehehe

    ReplyDelete

Flickr Images