Komitmen Dan Konsisten Dengan Perubahan Diri

Assalamualaikum Setiap memasuki bulan Desember, saya merasa is My December. Why? Karena  satu diantara tanggal yang tertera, adalah hari ...

Assalamualaikum

Setiap memasuki bulan Desember, saya merasa is My December. Why? Karena  satu diantara tanggal yang tertera, adalah hari di mana dulu saya pernah dilahirkan.
Merasa istimewa? Ya, tentu saja. Apalagi saat kecil dulu. Ketika beberapa orang, terutama pihak keluarga, mengingat moment itu. Saya, seperti raja sehari. Mau makan apa? Mau minta dibikinin makanan apa? Tradisi di keluarga saya dahulu, setiap ada yang ulang tahun, mama saya suka membuatkan Nasi Uduk atau Kuning dengan lauk yang cukup lengkap. Bukan berkunjung ke restoran dan makan menu yang spesial. Tapi cukup buatan mama saya aja. Dan itu sangat membekas hingga kini. Seringkali saya saya jugin melakukan hal yang sama saat anak-anak atau suami saya melewati hari kelahiran mereka.
Dan di tahun 2019, seperti ada yang berbeda dalam melewati hari lahir saya.
Di usia (yang kata orang) "Life is begin". Dan saya sudah melewatinya satu tahun. Tapi saya merasa kok begini-begini aja? Hehehe. Iya, iya. Saya bersyukur kok atas nikmat yang sudah saya dapat hingga hari ini. Cuma saya merasa belum maksimal untuk mendapatkan SESUATU. Saya merasa hidup saya kok santai. Santai dalam segala hal. Ibadah yang masih seperti suatu kewajiban saja, bukan suatu kebutuhan. Tidak berpikir ke depan, masih berpikir, "bagaimana nanti", bukan "nanti bagaimana?"
Seperti ada halangan yang membuat saya sulit "melangkah". Ah, mungkin itu perasaan saya saja, ya. Hehe.

Usia saya di tahun 2019


Dan tepat di tanggal lahir saya Desember kemarin, saat bangun dari tidur, pikiran saya seperti dicolek dengan pertanyaan,
"Lo mau begini-begini aja? Wake up, euy, wake up." 😁
Kekurangan saya  memang satu, terlalu santai dan gak pernah membuat  target dalam hidup. Lebih tepatnya, tidak keukeuh dengan target. Jadi, easy going aja gitu. Kalau saya lagi mau mengerjakan ini, ya saya kerjakan. Kalau mau mengerjakan itu, ya Saya tinggalkan yang ini, saya kerjakan yang itu. Hehehe, bingung ya. Intinya, saya kurang fokus dengan satu hal.

Sebenarnya bukan maksud santai dan dan gak fokus. Saya cuma gak mau terlalu berpikir keras jalanin hidup. Jalanin aja sesuai kemampuan. Jangan terlalu banyak maunya. Tapi bukan berarti juga saya gak punya keinginan/target. Pokoknya  ikhtiar dan berdoa, jalanin aja apa yang ada sekarang. Insya Allah semua akan terwujud pada waktunya. Toh, Tuhan tahu waktu yang terbaik untuk mengabulkan permintaan hambanya, kan?
Eh, ini ngomongin apaan, sih? Hahaha.

PRESTASI DI TAHUN 2019?
Oke, balik lagi ngomongin hari kelahiran saya. Karena hari kelahiran saya jatuh di bulan terakhir setiap tahunnya, jadi sekalian  mengevaluasi apa aja yang sudah saya lakukan sepanjang tahun ke belakang.
Dan di tahun 2019, boleh dibilang adalah tahun yang cukup berat buat saya.
Di awal 2019, saya memutuskan untuk melepas apa yang sudah menjadi pegangan hidup saya selama hampir lima tahun ke belakang, sekaligus memulai menekuni apa yang sudah menjadi passion saya (tuh, kan. Gak fokus lagi).  Bukan itu, sih, maksudnya. Ada satu hal yang harus membuat saya melepaskan yang sudah lama saya jalankan dan tekuni. Saya berpikir, melakukan sesuatu sesuai passion akan lebih baik keadaannya. Tapi ternyata gak gitu juga. Tetap saja saya harus memulai lagi dari awal untuk membangun usaha sebagai tambahan penghasilan keluarga. Apalagi anak-anak saya beranjak remaja yang sebentar lagi bakal meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Biayanya gak sedikit, Gaess🙈
Tapi gak usah sedih, karena setiap manusia yang hidup memang sejatinya harus bergerak, bekerja, berpikir, dan berusaha. Kalau gak, mati dong. Hehe.

Lalu apalagi yang saya alami di tahun 2019? Saya merasa kehilangan beberapa orang teman. Orang-orang yang pernah dekat dengan saya, seolah-olah menjauh. Tidak bisa seakrab dulu lagi. Sedih? Pastinya. Belum lagi masalah intern di keluarga.
Tapi saya gak mau larut dalam kesedihan. Sepertinya saya harus introspeksi diri. Apa yang salah dalam diri saya?
Permasalahan bertubi-tubi  membuat saya merasa gagal di pertengahan  tahun 2019 dan mengharuskan saya untuk membenahi hidup.

Lalu langkah apa yang harus saya tempuh?
-Pertama, benahi mood dan emosi. Jujur saja, dulu saya sulit sekali mengendalikan emosi. Kalau ada yang marah-marah atau gak berkenan di hati, saya langsung ngambek dan ikutan marah. Kalau pun saya tahan, akan uring-uringan seharian dan kerjaan yang akan saya lakukan hari itu, ambyarr. Tapi sekarang, saya bisa sedikit mengendalikan. Dengan cara diam, tarik napas, embuskan napas, lalu berbicara pada diri sendiri untuk mendamaikan hati.
Plis, jangan berpikiran saya sakit jiwa. Hahaha. Karena itu satu-satunya cara saya untuk berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang memalukan diri sendiri.
-Kedua, benahi manajemen waktu. Nah, soal waktu ini pun saya banyak kekurangannya. Konon, tipe golongan darah O lebih suka melakukan pekerjaan mepet waktu (ya kayak sekarang ini, mepet deadline😂). Tapi ya itu lah, jadinya sering berantakan. Walaupun sudah dibikin list kegiatan, tetep aja ada yang dilanggar🤦🏽‍♀️
-Ketiga, benahi manajemen keuangan. Ini dia satu lagi yg suliiiit banget dilakuin. Pertamanya sih saya sok sok an bikin catatan  pengeluaran harian, pengeluaran untuk usaha, dan pemasukan dari usaha saya. Semangatnya cuma di awal, beberapa bulan kemudian, entah bagaimana kabar catatan itu. Hehehe.

Dan diakhir-akhir tahun 2019 saya berusaha untuk konsisten dengan pembenahan tiga point di atas. Insya Allah dengan disiplin dan usaha yang keras, hasilnya akan memuaskan.
Jadi, apa prestasi saya di 2019? Ya, itu tadi. Berkomitmen untuk konsisten memanage emosi, waktu dan keuangan. Semoga di tahun 2020 terlihat hasilnya. Aamiin.

Tulisan di atas adalah kolaborasi saya dengan BANDUNG HIJAB BLOGGER



You Might Also Like

20 komentar

  1. Nah ketiga hal diatas emang kadang butuh proses ya Mak, heuheuuee..
    Tapi tetep cemungut eeaa demi konsisten menjadi lebih baik ya.

    ReplyDelete
  2. Emang kalo ngomongin esmosi suka auto emosi yaa teh 😄😄😄 tapi aku sepakat sih, berpikir ulang dan menenangkan diri supaya emosi gak merusak mood dan bikin ambyarr segala pekerjaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes. Gak usah ngomongin emosi, nanti bikin emosi. Hahaha

      Delete
  3. Konsisten emang rada sulit, tapi setuju banget sih sama ketiga hal yg harus di benahi itu. Karena sebagai mamak2 juga aku ngerasain hal itu teh 😅.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Teh. Konsisten waktu buat emak2 itu udah juara banget🤭

      Delete
  4. Wake up wake up grak.. Semngat teteh Kuu..

    ReplyDelete
  5. Ini sama banget yang kepake managemen waktu emosi dan keuangan fondasi supya hidup lebih tenang kalau semua sudah tertata lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cuma tiga itu aja susah banget ya. Hehehe

      Delete
  6. time management emang penting banget.. gak kerasa tiba2 udah sore atau udah malem sementara pekerjaan belumm beres semua

    ReplyDelete
  7. Benerin manajemen waktu, kayaknya itu hal yang harus dilakukan banyak orang termasuk aku heuheu hal yg sulit bgt buat dilakuin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kadang cuma bilang ntar deh dikerjain, sebentar lagi. Eh malah gak dikerjain sama sekali. Ambayar, deh😁

      Delete
  8. Setuju poin 2 dan 3 lumayan agak sulit juga buat aku teh. Antara manaj waktu dan keuangan. Awalnya yang keuangan jalan sebulan, 2 bulan, kesananya ya gitu lagi acak-acakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, sama. Susah banget ya konsisten🤦🏽‍♀️

      Delete
  9. Ini PRnya mirip banget sama aku teh, hehehe.. Semoga kita bisa konsisten supaya PRnya bisa tuntas di tahun ini ya teh aamiin

    ReplyDelete

Flickr Images