Mengatur Waktu Saat Kondisi Tidak Stabil

Assalamualaikum, Mengingat kondisi pandemi Covid-19 saat ini, di mana pemerintah menganjurkan semua warga untuk di rumah saja,  ...







Assalamualaikum,

Mengingat kondisi pandemi Covid-19 saat ini, di mana pemerintah menganjurkan semua warga untuk di rumah saja,  mengakibatkan  dampak yang cukup besar dari berbagai segi. Seperti dari segi ekonomi, waktu, fisik, dan, psikis.

Dari segi Ekonomi. Beberapa warga penghasilannya menjadi berkurang bahkan ada yang tidak dapat penghasilan sama sekali. Semua itu dikarenakan pekerjaannya mengandalkan upah harian dan harus ke luar rumah. Lalu kalau mereka harus berada di rumah saja demi tidak makin mewabahnya virus tersebut, bagaimana mereka bisa mendapatkan penghasilannya?

Dari segi Waktu. Beberapa pekerja kantoran harus melakukan pekerjaannya dari rumah. Memang bisa dilakukan, tapi tingkat kefokusannya berkurang. Tentu beda kan suasana di kantor dan di rumah? Selain itu, waktu pengerjaannya pun menjadi terhambat. Waktu tersita untuk hal lain. Eh, tapi itu tergantung orangnya, ya.

Dari segi Fisik. Banyak juga dari mereka yang mengalami perubahan. Tahu sendiri kan apa yang dilakukan kebanyakan orang saat berada di rumah saja? Makan dan rebahan. Yes, betul. Hihi.
Kedua kegiatan itu bisa membuat badan semakin melebar. Apalagi ruang lingkup geraknya terbatas, kamar-dapur-kamar-dapur. Hehehe.

Dari segi Psikis. Dengan situasi seperti ini, banyak kabar yang simpang siur kita dapatkan. Dari berita menyenangkan, kepanikan, dan kematian. Hingga muncul berbagai pikiran, bagaimana jika tertular? Bagaimana jika situasi seperti ini tidak selesai-selesai? Dan pikiran lainnya yang membuat psikis kita tegang.

Saya, bukan pekerja kantoran, bukan juga
pekerja harian yang mengandalkan berada di luar rumah setiap harinya. Saya seorang Ibu Rumah Tangga, yang selama ini hidupnya adem ayem saja berada di rumah sambil menjalankan usaha makanan dan jadwal ke pasar hampir setiap hari yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal saya untuk membeli keperluan harian. Dan saya  juga masih  bisa mengatur waktu dari bangun tidur, hingga dua anak saya pergi ke sekolah, sementara saya melakukan kegiatan lain (masak misalnya, atau ngedraft di blog. Ngedraft aja, diposting gak. Haha) tanpa gangguan (kecuali gangguan si kecil).
Semua berjalan sesuai jadwal yang saya atur sebelumnya. Rasanya menyenangkan jika berhasil memanaje waktu dengan baik.
Tapi begitu wabah Covid-19 merebak di Indonesia, kemudian anak-anak diliburkan sekolahnya untuk belajar dari rumah saja dengan tugas bejibun yang diberikan gurunya setiap hari melalui online, tiba-tiba saja jadwal kegiatan harian saya yang sudah  tersusun rapi, ambyarrr🀦🏽‍♀️
Anak saya si tengah, yang masih kelas 4 SD, masih perlu bantuan untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Alhasil, saya jadi memiliki kegiatan baru mengajari anak di waktu seharusnya dia ada di sekolah.

Baiklah, akhirnya saya memutar otak untuk mengatur ulang jadwal harian saya agar tidak berantakan, karena anak-anak "diliburkan" tidak cuma beberapa hari, tapi hampir sebulan. Bahkan konon akan diperpanjang lagi. *Ya, Allah* πŸ™ˆ
Lalu apa yang saya lakukan dengan jadwal harian saya agar tidak berantakan?
Saya manage kembali dengan mengkaji ulang jadwal yang sudah saya buat sebelumnya.

Berikut management waktu saya saat kondisi tidak stabil:

1. Tetap melakukan kegiatan bangun pagi dan membuat sarapan, meski anak-anak libur.

2. Tetap melakukan kegiatan ke pasar walaupun tidak setiap hari (misal: seminggu tiga kali), karena meminimalisir kegiatan keluar rumah sesuai anjuran pemerintah.

3. Membuat jadwal kapan menemani anak belajar dengan waktu yang tetap/sama setiap harinya. Misalkan  pukul 10.00, maka setiap hari pukul segitulah waktunya menemani anak belajar.
Dan seterusnya jadwal lain disesuaikan dengan keadaan.

Sungguh, sebenarnya suasana seperti ini sangat tidak nyaman. Saya berharap situasi seperti ini segera berakhir. Semoga, ya.



Tulisan ini merupakan kolaborasi  dengan Bandung Hijab Blogger


You Might Also Like

12 komentar

  1. Aamiin..
    Semoga lekas berakhir,agar bisa beraktivitas lebih leluasa yaaak.

    Tapi akutu salut sama Mama2 yg strong atau at home dengan kegiatannya dan pekerjaan yang ga Beres2. Tetep semangat yaa, momen ngajarin anak di rumah pada kondisi sekarang, akan menjadi cerita indah kelaaaak dan kenangan.

    Yuk ahh, belajar barengan menej waktu lagi

    ReplyDelete
  2. Kalo aku baca time managementnya teh dian. Poinnya yang penting konsisten. Biarpun rutinitas kadang ada naik turunnya tetap dikerjain.mantull....

    ReplyDelete
  3. Sebetulnya memang g berubah banyak ya teh, semoga lekas berkakhir ya teh aamiin

    ReplyDelete
  4. Kangen beraktifitas seperti biasanya. Mudah2an wabahnya cepet berakhir ya teh.

    ReplyDelete
  5. Yang pasti psikis kita terpengaruh banyak huhuhu

    ReplyDelete
  6. Ah bener banget. Yang tadinya adem ayem ..pas tau libur sekolah di perpanjang mamak mulai latihan sabar πŸ˜‚πŸ˜‚ . Semoga percoronaan segera berlalu, dan apa yg kita kerjakan bisa menjadi nilai ibadah di mata Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  7. Betul teh, jadwal yg sebelumnya udah nemu ritme yang enak seketika ambyaaarrr πŸ˜πŸ˜‚ Semoga keadaan segera membaik, sembari tetap mencari pola pengaturan waktu yang enakk.. Hehehe

    ReplyDelete
  8. Aamiin tteh. Aku dapet banyak cerita nih masalah2 orgtua yg bingung sm situasi skg. Kasian juga anak2 pada bosen. Mudah2an semua cepat kembali normal ya teh

    ReplyDelete
  9. efek dari pandemi ini yang paling terasa adalah dari sisi Ekonomi yah teh. kasian kalau lihat pedagang-pedagang yang sepi pembeli. atau bahkan karyawan-karyawan harian yang dirumahkan. semoga pandemi ini segera berlalu. Aamiin

    ReplyDelete
  10. Amiiin doa yang sama semoga kondisi segera normal amiin

    ReplyDelete
  11. Semoga kondisi pandrmi ini segera berakhir yaa teh, sehinggal semua bisa kembali normal dan seperti sedia kala aamiin πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
  12. Berusaha tenang dan tetap konsisten mengerjakan rutinitas, seenggaknya itu bisa membantu mental tetep waras dan tetep punya stok sabar buat dampingi ank belajar dari rumah.

    Aamiin semoga pandemi ini cepet berlalu

    ReplyDelete

Flickr Images