CERITA DI TAHUN 2020

Assalamualaikum,  Throwback ke awal tahun 2020, semua masih normal seperti biasa. Saya dan keluarga juga masih bisa bepergian ke luar kota. ...


Assalamualaikum, 

Throwback ke awal tahun 2020, semua masih normal seperti biasa. Saya dan keluarga juga masih bisa bepergian ke luar kota. Terakhir akhir Januari 2020 ke Tangerang dan awal Pebruari masih bisa menghadiri acara pernikahan keluarga dari suami di Subang. 

Setelah itu, di awal Maret, anak-anak masih bisa ke sekolah tanpa rasa was-was dan takut. Bahkan si sulung, pertengahan Maret masih mengikuti acara tour ke Bali bersama sekolahnya (SMA). 

Setelah itu, semua seperti mimpi buruk, terutama bagi anak-anak sekolah, guru, dan para pekerja yang biasa  bekerja di luar rumah. 

Semua diharuskan diam di rumah. Tagar #dirumahaja mulai meramaikan di feed media sosial. Dan masker tak boleh lepas untuk menutupi sebagian wajah saat keluar rumah. Bahkan hanya jalan-jalan ke area belakang rumah pun tetap harus maskeran. Yang terpenting saat ini, protokol kesehatan harus tetap dijaga, menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. 


Style setiap orang saat ini, masker yang tak boleh ketinggalan😊


Lalu apa? Perekonomian seakan mati suri. Para pengusaha kecil atau besar collaps. Banyak karyawan yang dirumahkan, karena para pemilik perusahaan sudah tidak bisa memenuhi gaji para karyawannya. Bahkan ojek online, yang tadinya menjadi salah satun andalan kendaraan bagi setiap warga, dilarang untuk mengangkut penumpang. 

Apa sebab semua Itu terjadi? Yes, adanya Covid-19 atau Corona. Yang awal penyebarannya berasal dari Wuhan, China. 

Semua berpikir pandemi ini paling hanya berjalan tiga atau empat bulan saja. Tapi ternyata dugaan itu salah. Hingga akhir tahun 2020, pandemi masih berjalan. Bahkan, konon, virusnya semakin masif, penularannya cepat. Tidak dipungkiri, semakin banyak yang positif karena Covid-19. 

Itu cerita dampak semua orang akibat Covid-19. Lalu bagaimana cerita pribadi/keluarga saya dengan adanya pandemi ini? Yuk, tarik napas dulu bareng-bareng😁


CERITA SAYA DI TAHUN 2020

Awal tahun 2020, sebelum hebohnya Covid-19 masuk ke Indonesia, saya sudah mendapat "ujian" dengan sakitnya suami. Puncaknya di akhir Januari saat sedang berkunjung ke rumah mamah saya (Tangerang), suami demam tinggi. Saking tingginya, sampai seperti berhalusinasi waktu.  Padahal rencananya esoknya kami harus kembali ke Bandung. Akhirnya ditunda lusa untuk kembali ke Bandung. Dengan sisa demam (tidak terlalu tinggi), kami pun kembali ke Bandung dengan tetap disupiri suami. Alhamdulillah, sampai dengan selamat.

Lewat pertengahan tahun 2020, pandemi makin menjadi, virus corona sulit untuk dibasmi. Warung pempek, terpaksa saya tutup demi mengurangi resiko penularan dari para pembeli. Akhirnya banting setir cara penjualan saya. Online jadi satu-satunya cara. Tapi apakah semulus Itu kemudian? Tidak juga, yang namanya dagang ada saja pasang surut. 

Alhamdulillah, lagi-lagi saya masih harus bersyukur, pekerjaan suami masih bisa dihandle dari rumah, setidaknya penghasilan tetap ada. 

Selain itu, pandemi ini membuat saya banyak belajar arti kesabaran. Sabar selama hampir setahun gak pergi ke mall. Eh, hahaha. 

Beneran, saya seperti dikasih pelajaran dari Allah, untuk lebih menambah kesabaran dengan segala permasalahan yang ada dan pandemi yang berkepanjangan. 

Kalau selama ini saya terlihat baik-baik saja, itu karena saya tidak ingin larut dalam kesedihan. Saya ingin tetap optimis. Dan saya menganggap ini benar-benar tahun untuk menempa pribadi yang lebih matang. Ibadah jadi lebih khusu', doa yang semakin panjang, dan berinovasi produk makanan untuk menambah variasi jualan saya. Alhamdulillah, Brownies sekat menjadi salah satu produk baru andalan saya dan banyak diminati pembeli. Saya pun terus berinovasi mengenalkan produk baru lainnya. 

Salah satu produk baru andalan 


Saya berharap, pandemi ini akan berakhir di akhir tahun 2020. Tapi nyatanya Virus Corona makin marajalela.  Biarkanlah tahun 2020 menjadi tahun belajar bagi kami agar kami lebih cerdas lagi dalam menghadapi hidup. 

Thank you, 2020, terima kasih atas pelajaran yang sudah kau beri. Alhamdulillah. 


Terima kasih juga buat Bandung Hijab Blogger yang sudah memberi kesempatan untuk menuangkan apa yang saya alami di tahun 2020 melalui kolaborasinya. Terima kasih🙏🏼🙏🏼




You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images